Semula saya mengira kekaguman suami pada seorang artis wanita itu wajar. Tapi ternyata, lama-kelamaan obsesinya terasa mengganggu. Selain memajang posternya dalam pose seksi di kamar kami, ia mulai membanding-bandingkan. Saya juga diminta mengubah penampilan seperti artis itu. Sampai mana saya bisa mentoleransinya?
Kimmy - Yogyakarta
Menurut psikolog Irma Makarim, siapa pun boleh-boleh saja punya idola atau mengagumi penampilan artis kesayangan. Tetapi, bila akhirnya rasa kagum itu berubah menjadi obsesi, ini bisa menimbulkan masalah dan mengganggu hubungan Anda berdua. Seperti yang Anda alami, saat kekasih memaksakan obsesinya terhadap artis itu kepada Anda.
Seharusnya kekasih sadar, tiap orang memiliki kelebihan masing-masing. Itulah yang menyebabkan tiap manusia unik, tidak ada yang sama persis. Kelebihan pada idolanya yang berbeda dengan Anda, tidak menjadikan Anda lebih buruk dari idolanya.
Jangan pendam sendiri kegundahan Anda. Diskusikan, apa sebenarnya yang membuat suami ingin Anda berubah? Jika ada ketidakpuasan yang ia simpan dalam hati, solusinya bukan dengan meniru gaya orang lain. Anda dan suami harus menemukan jalan keluar yang bisa mengakomodsi kebutuhan satu sama lain. Bila Anda merasa diremehkan oleh sikapnya, katakan kekecewaan Anda secara terbuka. Minta suami menempatkan diri pada posisi Anda.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, kelihatannya suami Anda memang terobsesi pada tokoh idolanya dan menunjukkan sikap kekanakan. Tunjukkan kedewasaan Anda dengan mencoba mengambil jalan tengah. Mengikuti tren atau sesekali menyegarkan penampilan seperti yang diusulkan oleh suami, tidak ada salahnya. Tetapi, bila ia meminta Anda berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda atau terlalu mendasar, serta terus-menerus, Anda perlu bersikap tegas.
Tunjukkan pada suami, inilah diri Anda yang sebenar-benarnya. Katakan ada batas sampai mana Anda bisa mengikuti keinginannya. Anda tak bisa terus-menerus berubah demi mengikuti keinginannya menjadi seperti orang lain. Tidak ada dua orang yang identik. Suami harus paham, tidak mungkin Anda sama dengan idolanya.
Tak perlu menghadapinya secara emosional. Pahami dulu motivasi yang mendorong obsesi suami. Sikap terlalu konfrontasi terhadap suami juga tidak bermanfaat. Jangan sampai menambah ketegangan yang justru bisa membuat suami menjauh. Berhati-hatilah jika pendekatan ini tidak berhasil. Bisa jadi di balik fantasi idola suami, tersimpan hal-hal yang bisa menjadi sandungan dalam perkawinan Anda.(f)


