Sex & Relationship
Suami Terlalu Lemah

26 Dec 2014


Banyak orang iri akan sikap romantis dan sensitif suami. Ia memang sering memperlihatkan perasaannya di depan umum, dan tak jarang membelai atau memuji saya. Namun, ia juga bukan pria yang ‘kuat’. Emosinya sangat rapuh. Selain mudah iba, ia juga tak bisa menolak permintaan orang lain dengan alasan tak bisa mengecewakan.
Hatinya yang lembut mudah terbawa perasaan sehingga banyak yang memanfaatkan ‘kelemahan’-nya ini untuk meminjam uang, tapi tak pernah mengembalikan, misalnya. Hal ini sangat mengganggu karena saya ingin figur suami yang tegas dan bisa menjadi pemimpin.


Mira - Bandung 

Menurut psikolog Irma Makarim, membina rumah tangga dengan pasangan yang romantis dan berhati lembut tentunya sangat menyenangkan. Apalagi menurut Anda, ia sering memuji serta membelai Anda di depan umum. Sepertinya suami bukan hanya mengasihi Anda dan keluarga, tetapi  juga terhadap lingkungan dan  teman. Dengan hati ringan ia selalu memberikan pertolongan ketika dimintai bantuan teman-temannya, misalnya.
Kelembutan hati seperti ini sebaiknya tidak Anda salah artikan sebagai suatu kelemahan. Anda juga sebaiknya tidak menganggap suami rapuh secara emosional hanya karena suami mudah iba melihat penderitaan orang lain. Suami menunjukkan perilaku yang penuh nilai sebagai orang yang pengasih, penyayang, penolong. Nilai- nilai positif seperti ini sepatutnya disyukuri.
Bila Anda ingin mengubah suami menjadi sosok yang tegas dan bisa menjadi pemimpin, akan sulit diwujudkan Mengubah diri sendiri saja begitu sulit, apalagi mengubah orang lain. Bila Anda menginginkan perubahan,   bukan hanya  suami, tetapi  Anda juga perlu berubah dan  introspeksi diri.
Mulailah dengan mengubah pandangan Anda pada suami dan menghargai suami dengan tidak hanya melihat kekurangan, tetapi juga kelebihannya.  Apa yang Anda pikirkan  akan terpancar dalam sikap Anda, dan inilah yang Anda dapatkan. Bila Anda menganggap suami lemah, maka itulah yang Anda dapatkan dan sebaliknya. Perubahan atau perbaikan bisa berhasil, jika datang dari kesadaran diri sendiri.

Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, kemampuan diferensiasi individu dalam gugus kepribadian butuh waktu lama untuk dibentuk, apalagi diubah. Contoh diferensiasi adalah bersikap lembut kepada Anda, tetapi tidak pada orang lain. Struktur ini melibatkan pengaruh lingkungan dalam sejarah hidup. Perubahan pada orang dewasa bisa terjadi melalui transisi kehidupan yang signifikan, akan tetapi cenderung memengaruhi pribadi secara menyeluruh.
Bayangkan jika ia bersikap tegas (bahkan mungkin keras) pada peminjam uang, boleh jadi ia amat bersikukuh pada peminjam untuk mengembalikan uang dan  terus-menerus mendesak peminjam untuk membayar dari waktu ke waktu. Ia butuh menggugurkan sensitivitasnya, bahkan kelembutan hatinya. Jika ini terjadi, maka secara bertahap pola kepribadiannya akan berubah ke arah insensitivitas dan Anda harus mewaspadai pertumbuhan sikap insensitivitasnya juga pada diri Anda.
Anda bisa mendesaknya untuk senantiasa bersikap tegas. Jika Anda terus- menerus mendesak demikian, hal ini akan bersifat sugestif pada dirinya dan lambat laun ia akan berubah. Tetapi, siapkah Anda jika pola hubungannya dengan Anda pun mengalami perubahan signifikan?(f)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?