Tak tega melihat ibu tinggal sendiri, rasanya ingin membawa ibu untuk tinggal bersama. Tetapi, sepertinya suami kurang menyetujui ide ini. Bagaimana, ya? Memaksakan keinginan ini kepada suami bukanlah menyelesaikan masalah, melainkan bisa menimbulkan persoalan baru. Tanpa ketulusan suami, ibu pasti merasa tak nyaman tinggal bersama.
Kita perlu 'mengetuk' hati suami agar memahami kondisi Ibu yang membutuhkan kehangatan. Bisa juga diungkapkan pada suami, bahwa sebagai anak, Anda terpanggil untuk merawat beliau di hari tuanya. "Kehadiran beliau juga akan membawa kehangatan bagi seluruh keluarga, anak-anak bisa mendapat kasih sayang dari neneknya," papar Irma Makarim.
Psikolog Monty Setiadarma berpendapat, perlu dipahami pula timbul kekhawatiran pada suami bahwa jika Ibu bersama Anda, lambat laun suamilah yang merasa kehilangan perhatian dari Anda. Selain itu, suami juga ingin mengantisipasi agar tidak terjadi intervensi pendidikan pada anak-anak.
"Upayakan bicarakan ini bersama suami, setidaknya memberi kesempatan kepada ibu agar tidak terlalu sendiri, dan memiliki peluang merasakan kehaidran anggota keluarga dalam jarak yang lebih terjangkau," kata Monty.
Tetapi, jika cara ini belum berhasil, usahakan agar kita lebih sering berkunjung ke ibu. Kehadiran, perhatian, dan kasih sayang kita dan anak-anak bisa membantu meyakinkan bahwa beliau tidak sendiri menghadapi masa sulitnya dan membuat beliau merasa dirinya berarti. Atau ajak serta Ibu untuk lebih bersosialisasi dengan kegiatan masyarakat setempat. Beliau membutuhkan kesibukan khusus untuk mengisi hari-hari yang ia rasakan hampa akibat rasa kehilangan itu. "Semoga apa yang Anda lakukan bisa menjadi inspirasi bagi suami sehingga ia mengubah sikapnya," tambah Irma. (f)


