Trending Topic
SMA Terbuka Gratis!

17 Aug 2015

Sejak tahun 2013, Kementerian Pendidikan membuat Sekolah Menengah Terbuka atau bisa disebut SMA Terbuka, gratis untuk siswa tidak mampu. Ini adalah upaya untuk percepatan Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA yang baru 76%. Artinya, hanya 76% lulusan SMP yang terserap ke SMA karena berbagai kendala, seperti ekonomi atau letak geografis.

“SMA Terbuka menggunakan metode belajar online dengan peserta jarak jauh. SMA Terbuka ini bergabung pada sekolah induk di kabupaten atau kota dan yang nantinya menyelenggarakan ujian pun di sekolah induk tersebut,” ujar Dr. Lilik Sulistyowati, Msi, Kasubdit Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (DPKLK).

Sebagai rintisan, DPKLK, Ditjen Pendidikan Menengah dan Kemendikbud saat ini mengembangkan SMA Terbuka di 6 Provinsi:   SMAN 12 Merangin, Jambi,   SMAN 2 Padalarang, Bandung, SMAN 1 Kepanjeng, Malang,   SMAN1 Gambut, Banjarmasin,   SMAN 1 Narmada, Lombok Barat,   SMAN 3 Kota Sorong, Papua.

Dari enam kelas tersebut, ada 3 model layanan bantuan belajar. Pertama, dominan online, tatap muka 20% sisanya bimbingan online. Kedua, balance online, 50% tatap muka, 50% online. Ketiga, dominan tatap muka, 80% tatap muka.
“Masing-masing SMATerbuka memilih model yang cocok untuk diterapkan. Seperti di Papua, model dominan tatap muka masih berkembang, karena akses internet yang belum stabil,” ujar Lilik.

Untuk persyaratannya, SMA Terbuka hanya menerima lulusan SMP dengan batasan usia 16-21 tahun. “Kebanyakan siswa diprioritaskan dari golongan tidak mampu secara ekonomi, atau yang letak sekolahnya jauh, dan penyandang disabilitas,” ujar Lilik.

Namun, tidak menutup kemungkinan siswa yang sekolah adalah ibu rumah tangga yang belum berusia 21 tahun dan ingin melanjutkan ke SMA. Bahkan ada yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga yang disekolahkan oleh majikannya. “Total saat ini sudah ada 1.200 siswa yang belajar di SMA Terbuka di 6 wilayah di Indonesia. Angka ini akan bertambah karena kami akan membuka SMA Terbuka baru,” ujar Lilik. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?