Siapa yang tak setuju kalau sambal dan lalapan adalah penyempurna sepiring masakan Parahiyangan. Oleh karena itu, tak salah jika resto Sunda enak mesti menyajikan sambal yang mantap. Salah satunya adalah Sambal Hejo Sambal Dadak, yang merupakan cabang dari Ciganea, Purwakarta. Hejo adalah bahasa Sunda yang berarti hijau, sementara sambal dadak adalah sambal mentah. Racikan sambal hijau di sini tak hanya pedas berkat cengek (cabai rawit hijau), tetapi juga kaya rasa. Sambal dadak tak kalah pedas, pas ketika disantap bersama Perkedel Cimplung (perkedel kentang khas Purwakarta).
Tentu saja femina merekomendasikan bukan sebatas sambalnya, melainkan aneka lauk yang dimasak sepenuh hati. Gurami Cobek misalnya, ikan gurami digoreng kering kemudian disiram dengan kuah sambal asam pedas. Kurang lebih mirip dengan pecak gurami versi Betawi dan Banten, dengan rasa pedas yang lebih nonjok.
Ayam Goreng Basah juga tak kalah enak. Disebut basah karena ayam kampung ungkep hanya sekadar dicelupkan sebentar ke dalam minyak goreng panas, sehingga teksturnya tidak garing dan bagian dalamnya masih juicy. Ngeunah pisan! (f)
Alamat: Jl. Tebet Timur Dalam 2 No.34, Tebet, Jakarta.
Telp: (021) 8292675.
Jam buka: 10.00-22.00 WIB.
Harga*): Rp5.000–Rp145.000.
Suasana: Restoran bergaya rumah joglo.
*)Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.




