Gen C adalah pribadi yang bekerja untuk dapat menerapkan kreativitasnya. Mereka mencari lingkungan kerja yang santai, penuh hura-hura, sangat techno-minded, dan lebih banyak berinteraksi melalui gadget, walau dengan teman satu kantor yang hampir tiap hari bertemu. Bisa dibilang, mereka tidak terlalu serius bekerja, tidak berpikir panjang untuk resign dari satu perusahaan, meski belum mendapatkan pekerjaan di perusahaan baru. Karena, sebagian besar dari mereka bekerja bukan untuk memenuhi kebutuhan anak, membayar cicilan rumah, atau membiayai kehidupan keluarga. Tapi, apakah itu berarti mereka tidak suka bekerja keras?
Kerja keras memiliki arti berbeda bagi gen C. Bukan serius duduk di meja tanpa sempat bercanda, bekerja beberapa jam nonstop, lembur tiap hari, atau masih melanjutkan pekerjaan di rumah saat weekend. Kerja keras itu artinya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk mengerjakan tugas sebanyak-banyaknya dalam sekali waktu, sehingga punya waktu sebanyak-banyaknya untuk main. Work hard, play harder.
Sesuai karakter utamanya, yaitu self centered, mereka berpusat pada diri sendiri, mencari kesenangan diri. Ketika mereka bilang ingin meraih keseimbangan antara kehidupan karier dan kehidupan pribadi, pribadi itu maksudnya ‘saya’, bukan keluarga.
Meski yang lebih banyak disorot dan dikupas dari millennial adalah sisi negatifnya, mereka sesungguhnya membawa gen-gen yang luar biasa positif. Inilah beberapa karakter yang menonjol dari mereka.



