Jangan lupa, setelah hasil laboratorium keluar dan Anda membawanya ke dokter, ceritakan secara detail kondisi yang Anda rasakan.
• Sampaikan riwayat kesehatan lengkap keluarga Anda. Anda wajib tahu penyakit yang pernah diderita oleh anggota keluarga besar Anda, mulai dari yang ringan seperti alergi, hingga kanker, jantung, atau penyakit kejiwaan. Detail yang tampak sepele bagi Anda, seperti perubahan berat badan atau gatal-gatal, bisa jadi fakta penting yang membantu mempertajam diagnosis.
• Lupakan rasa malu. Dokter harus tahu apakah Anda merokok, minum minuman beralkohol, atau pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang, karena hal itu bisa memengaruhi terapi. Suami atau ada keluarga merokok? Tinggal serumah dengan perokok bisa menjadikan Anda perokok pasif dan berisiko kesehatan sama besarnya dengan si perokok.
• Tunjukkan obat apa saja yang pernah Anda minum. Ini akan membantu dokter untuk menentukan sejauh mana kerentanan Anda pada jenis obat tertentu. Anda juga harus bertanya saat disodorkan resep oleh dokter. Cari tahu secara detail apa jenis dan manfaat obat yang diresepkan, apakah obat itu menggantikan obat sebelumnya? Jika harga obat tersebut kurang terjangkau, Anda bisa minta diresepkan obat generik yang sesuai dengan bujet Anda.
• Cari opini kedua. Dari 30% kasus kesehatan, opini medis kedua bisa mengubah perawatan untuk Anda. Jadi, jangan ragu-ragu untuk bertanya pada dokter lain sebelum memutuskan menerima hasil diagnosis dan terapi dari dokter utama Anda. Apalagi jika Anda merasa dokter Anda tidak menganggap serius keluhan Anda dan tidak berusaha menjelaskan lebih dalam kondisi kesehatan Anda yang sebenarnya. Opini kedua juga sangat penting saat Anda disarankan melakukan operasi. Jangan terburu-buru mengiyakan, coba diskusikan dulu dengan dokter spesialis lain. Jika masih ada kemungkinan terapi lain, mengapa tidak?
• Siapkan dokumen riwayat kesehatan. Ini membuat waktu konsultasi tidak terbuang sia-sia. Ingatlah, Anda sedang berurusan dengan tubuh dan kesehatan Anda. Dalam situasi ini, dokter adalah orang yang melayani, Andalah bosnya!
• Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Penyakit bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Jadi, meskipun Anda (sudah merasa) menerapkan gaya hidup sehat, tetap masukkan pemeriksaan kesehatan rutin dalam agenda Anda! Hasil tes kesehatan bisa jadi pendeteksi dini penyakit, dan dokter bisa menyarankan tindakan pencegahan, terutama untuk penyakit kritis. Jika Anda sehat, disarankan setidaknya satu kali setahun. Jika Anda sedang menjalani terapi khusus, dokter biasanya akan melakukan evaluasi ulang selama terapi, bisa satu bulan sekali atau tergantung jangka waktu terapi. Hasil pemeriksaan kesehatan masih dianggap valid maksimal selama tiga bulan. Kecuali jika ada perubahan kondisi tubuh yang sangat signifikan, harus dilakukan pemeriksaan ulang. (RAHMA WULANDARI)



