Health & Diet
Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan

28 Oct 2014


Body mass index atau indeks massa tubuh (IMT) sering kali jadi acuan untuk mengukur kesehatan seseorang. Dengan fakta bahwa berat tubuh saja tak menjamin kesehatan, mengukur IMT saja tidak cukup. IMT tidak dapat mengukur kadar lemak dan massa otot, juga nilai-nilai lain yang diperlukan untuk mengetahui risiko penyakit degeneratif seperti kolesterol. Itu sebabnya, meski Anda langsing, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan rutin secara menyeluruh, untuk mencegah risiko di masa datang.

Secara normal untuk seseorang yang sehat sebaiknya melakukan pengecekan tekanan darah, kadar gula, lemak, dan kolesterol sekali dalam kurun waktu 1-2 tahun. Namun, periode medical chek-up berbeda untuk tiap orang, bergantung dari usia, status kesehatan, dan penyakit yang dimiliki. Akan berbeda periode pemeriksaan berkala pada seseorang yang sudah didiagnosis penyakit jantung koroner dengan orang sehat. Dokter Dafsah menyarankan, terutama untuk Anda yang merasa gaya hidup Anda masih jauh dari kategori sehat dan berusia di atas 30. Dari hasil pemeriksaan itu, dokter  dapat mengetahui besar risiko yang dimiliki dan perencanaan lanjutan yang akan dilakukan.

Selain melakukan pemeriksaan rutin, tentu Anda harus melakukan usaha terus- menerus. Kata orang bijak, tubuh Anda tak menumpuk lemak dalam satu malam, tapi tubuh Anda juga tak akan bebas dari tumpukan lemak hanya dengan makan salad satu hari. Yayasan Jantung Indonesia merangkum saran dari berbagai pakar kesehatan untuk siapa saja yang ingin jauh dari penyakit degeneratif, yang disebut Gerakan SEHAT, yaitu:

a. Seimbang gizi

• Konsumsi sumber karbohidrat kompleks, seperti gandum.
• Batasi konsumsi makanan dan minuman yang terlalu manis.
• Hindari junkfood dan makanan siap saji.
• Konsumsi sumber lemak sehat, seperti buah avokad dan minyak ikan.
• Tingkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan.
• Pastikan kecukupan konsumsi protein.
b. Enyahkan rokok.
c. Hadapi dan atasi stres.
d. Awasi tekanan darah.
e. Teratur berolahraga.


Anda bisa menjadikan nilai-nilai dari hasil pemeriksaan laboratorium sebagai target. Selamat berusaha!

DESIYUSMAN M, NURI FAJRIATI



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?