Travel
Sepanjang Pesisir Timur Irlandia

27 Feb 2015


Pemandangan hijau ternyata bukan satu-satunya pesona dari Negeri Zamrud, begitulah julukan bagi Irlandia. Terletak di sebagian besar wilayah Pulau Irlandia, menjadikannya sarat dengan rupa-rupa pemandangan laut.

Republik Irlandia tidak terletak di daratan utama Benua Eropa, melainkan di Pulau Irlandia, di belahan barat daratan sang ‘Benua Putih’. Wilayah Republik Irlandia tidak menguasai daratan pulau secara keseluruhan. Sebelah utara Pulau Irlandia termasuk dalam wilayah Kerajaan Inggris Raya. 

Jadi, Irlandia Utara itu tidak termasuk sebagai bagian dari Republik Irlandia. Dublin, ibu kotanya, terletak di pesisir timur pulau. Saat berkesempatan jalan-jalan ke wilayah Irlandia, saya, Jihan Davincka, tak melewatkan pantai-pantainya.

Dun Leary, Kota Dermaga yang Indah 
Kota kecil ini terletak sekitar 12 km dari jantung Kota Dublin. Dekat sekali. Dari City Center, Dublin, bisa ditempuh dengan naik bus dalam kota saja. Kalau dengan mobil sendiri, hanya memakan waktu sekitar 15 menit.
Dun Leary adalah salah satu kota dermaga di pesisir timur Irlandia. Dua dermaga yang kerap dijadikan landmark kota adalah West Pier dan East Pier. Pelabuhan-pelabuhan yang ada di kedua dermaga masih aktif digunakan sampai sekarang.
Saat ke sana, saya mampir ke wilayah West Pier terlebih dahulu. Saya, beserta suami dan anak-anak, bertandang ke Dun Leary di suatu akhir pekan di musim panas, sekitar bulan Agustus. Ternyata, saat musim panas  ada semacam taman bermain yang dilengkapi wahana bermain anak-anak yang dibuka tiap Sabtu dan Minggu.
Tempatnya terasa agak sesak saking banyaknya pengunjung hari itu. Arena permainan yang disediakan beragam, mulai dari bouncy castle, aneka macam komidi putar, mobil-mobilan, kereta api, dan rumah-rumah hantu. Di salah satu sudut lokasi ada wahana Bianglala yang berdiri tegak. Anak-anak tentu saja langsung heboh minta bermain ke sana. Kami pun berbagi tugas, suami yang menemani anak-anak bermain, sedangkan saya  jalan-jalan, melihat-lihat wilayah West Pier. 
Dermaganya terbentang membelah laut. Saya mencoba menyusuri dermaga dengan berjalan santai sekitar 15 menit sembari berhenti untuk mengambil gambar. Menurut keterangan yang saya baca, di ujung dermaga ini  terdapat tugu kecil  yang merapat ke pantai, panjangnya sekitar 2-3 km.

Sekitar belasan perahu dan kapal kecil bersandar di bahu dermaga. Tidak sedikit orang yang lalu-lalang di atas batu beton yang membentuk alas dermaga. Sepertinya, mereka tidak cuma para pemilik kapal. Tempatnya juga dimanfaatkan orang-orang  untuk berjalan-jalan sembari menikmati laut lepas.

Warga setempat yang berkostum olahraga tampak berlari-lari kecil atau jogging di sepanjang tepian dermaga. Beberapa orang tampak menuntun anjing peliharaannya untuk ikut menikmati hangatnya siraman mentari. Maklum saja, sinar matahari tak terlalu sering menghampiri wilayah Irlandia.

Jarak East Pier dari West Pier cukup dekat, terletak di sisi jalan yang sama. Tidak seperti wilayah West Pier yang ramai, East Pier tidak banyak dikunjungi orang. Dermaganya agak unik. Ada semacam danau kecil berbentuk kotak yang seakan-akan terpisah dari laut. Tempat ini digunakan sebagai tempat parkir untuk kapal-kapal.

Hari sudah  makin sore. Angin bertiup lebih kencang. Mungkin karena suasananya yang tidak hiruk pikuk seperti di West Pier, kami pun hanya keliling-keliling sebentar di East Pier.

Tak jauh dari kedua tempat ini, pesisir pantai yang berbatasan dengan jalan raya juga tak kalah cantiknya. Jalanan setapak dibangun cukup lebar. Warna jalan yang cokelat sangat kontras dengan birunya laut di salah satu sisi pantai. Sisi jalan yang lain berhias warna hijau dari rerumputan yang dibiarkan tumbuh rapi serta bangunan-bangunan rumah penduduk yang didominasi warna putih. Awan yang berarak di langit biru menambah kesempurnaan lukisan alam kala kami menyusuri Pantai Dun Leary  sore itu.

Dalkey, Kota Selebritas
Sebelum ke Dun Leary, kami diberi tahu teman soal kota kecil yang bersebelahan dengan Dun Leary. Namanya Dalkey. Konon, Dalkey ini termasuk kawasan elite wilayah Dublin dan sekitarnya. Di sini banyak bermukim selebritas, seperti Bono, vokalis U2.
Saya memutuskan ke Dalkey bukan untuk berharap bertemu artisnya, sih, tapi penasaran seperti apa kira-kira kotanya. Saya langsung menuju ke ruas jalan utama di wilayah Dalkey, Castle Street. Namanya mungkin disesuaikan dengan hadirnya sebuah kastil tua yang ukurannya tidak terlalu besar di salah satu ujung jalan tersebut. Rasanya tidak ada yang terlalu istimewa sehingga saya putuskan melihat kastil dari luar saja. 
Baru lima menit berputar-putar di Dalkey, terasa betul betapa bersihnya kota ini. Jalan-jalan rayanya kecil saja, hanya muat 2 mobil. Bangunan-bangunannya rapi dan dicat bersih, tidak seperti kebanyakan bangunan di kota-kota kecil lain di Irlandia yang sudah tua, dibiarkan kusam dan catnya sudah banyak yang terkelupas. 
Di Castle Street juga berjajar beberapa kafe yang menyediakan tempat duduk di luar ruangan. Tentu saya dan keluarga sempat mampir ke salah satu kafe yang terlihat paling ramai. Kepada salah seorang pelayan, saya iseng bertanya, “Are there any celebrities hanging around in this street?”
Entah bercanda atau tidak, pelayannya menjawab setengah tertawa sambil mengedipkan matanya, “Yes, if you’re lucky, you can meet Bono here.”  Wah, tahu saja kalau kami sudah mendengar rumor tentang Bono yang katanya sering duduk-duduk santai di salah satu kafe di jalan ini.
Kafe ini menyediakan macam-macam penganan kecil berupa aneka muffin dan roti-roti beserta secangkir kopi dan teh hangat. Kami memesan beberapa muffin saja ditemani beberapa cangkir teh hangat. Tiap potong muffin atau roti bisa dibeli dengan   harga 2-3 euro. Sedangkan untuk secangkir teh, harganya 1-3 euro.

Bray, Perpaduan Pantai dan Perbukitan
Kota ini tak jauh dari Dublin. Butuh waktu sekitar setengah jam untuk mencapai Bray yang berjarak kira-kira 28 km dari wilayah City Center, Dublin. Pesona utama dari Bray adalah kegiatan menyusuri pesisir pantai dari sebuah pelabuhan kecil di dekat sebuah tempat yang bernama Martello Terrace, hingga mencapai wilayah Bray Head. Martello Terrace adalah kediaman masa kecil James Joyce, pengarang puisi dan novelis terkenal asal Irlandia. Bray Head sendiri adalah sebuah bukit setinggi kira-kira 241 meter yang memisahkan Kota Bray dan tetangganya, Greystones. 
Jalan-jalan di sepanjang pantai di antara 2 wilayah tadi diistilahkan dengan ‘The Promenade’. Dari arah Martello Terrace, kita sudah bisa melihat hijaunya perbukitan di ujung sana. Berpadu sempurna dengan bukit hijau, sebelah kiri tempat kita berjalan adalah laut lepas berwarna biru terang.
Uniknya, pinggiran pantai tidak berhias pasir namun penuh dengan batu-batu kerikil besar. Antara jalan setapak dan wilayah berbatu yang langsung menuju laut lepas dibuatkan sebuah pagar pembatas.
Sebelah kanan jalan setapak adalah rerumputan hijau yang juga menyediakan tempat-tempat duduk dan arena bermain untuk anak-anak. Setelah rerumputan, ada jalan raya. Di seberang jalan berjajar hotel-hotel dan penginapan-penginapan B&B buat turis yang ingin menikmati pesona pantai lebih lama.
Butuh satu jam untuk mencapai Bray Head, ditempuh dengan berjalan santai sambil melihat-lihat pantai. Sesekali melintasi pagar pembatas membiarkan anak-anak bermain  seru  sambil melempar-lempar batu ke arah air laut, atau bergeser ke arena bermain di wilayah rerumputan yang berada sebelah kanan jalanan setapak.
Tak jauh dari situ, ada kafe atau kantin yang berukuran cukup besar dan terdiri dari 2 lantai. Menyediakan sajian-sajian utama seperti sandwich, kentang goreng, spaghetti, dan nugget ayam, ikan, atau daging sapi. 
Kamar mandi umum tak ketinggalan. Walau agak ragu melihat bangunan toilet yang sudah kelihatan tua, namun, begitu masuk ternyata wangi dan bersih. Saya hanya singgah ke toilet, tapi tidak masuk ke kantin, sebab, saya sudah siap dengan bekal makanan.  
Kegiatan dilanjutkan dengan ‘The Cliff Walk’, berjalan menyusuri area perbukitan yang menghubungkan Kota Bray dan Greystones. Jalanannya tidak begitu menanjak. Dari situ, saya bisa melihat wilayah pantai yang luas. Di sepanjang jalanan di perbukitan disediakan beberapa kursi dan meja  untuk mampir dan duduk-duduk menikmati pemandangan pantai dan sekitarnya dari atas bukit. 


Tip 
  1. Cuaca di Irlandia terkenal sangat ‘moody’. Panas matahari dan hujan bisa bergantian dalam hitungan menit. Hujan pun tak memandang musim. Walau musim panas, hujan bisa mengguyur di sebagian besar wilayah tanpa pandang bulu. Ada baiknya sediakan selalu jas hujan.
  2. Angin sering bertiup cukup kencang sehingga penggunaan payung tidak disarankan. Lebih baik memakai mantel atau jas hujan yang bertopi.
  3. Di Dublin, tak perlu menginap di hotel-hotel besar. Banyak sekali penginapan-penginapan kecil yang cukup layak huni. Istilahnya, ‘Bed & Breakfast’ (B&B) yang juga bisa dibooking dari jauh-jauh hari melalui situs-situs seperti www.booking.com.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?