Kedekatan dan romantisisme antara suami dan istri wajar jika berkurang seiring dengan bertambahnya usia pernikahan. Sebab, pernikahan adalah layaknya tanaman yang membutuhkan air agar tetap hidup serta pupuk supaya tumbuh subur. Perayaan anniversary ibarat pupuk untuk pernikahan yang mungkin sudah menunjukkan daun-daun yang mulai layu.
Perayaan anniversary seperti memberi kecupan, memberi hadiah istimewa atau menggelar pesta adalah hal-hal yang bersifat fisik. Sedangkan perasaan bahagia, perasaan sayang yang makin membuncah, ataupun rasa sedih karena pasangan melupakan hari jadi adalah hal-hal yang bersifat emosional. Itu sebabnya, perayaan hari jadi makna dan efeknya besar sekali bagi kesehatan psikologis pasangan.
Saat ini, menurut psikolog Kasandra Putranto, banyak pasangan yang menyalahartikan anniversary sebagai keharusan melakukan sesuatu yang bersifat fisik saja. Padahal, bila hal yang bersifat fisik itu tidak memberikan manfaat secara emosional, maka akan sia-sia saja. “Inti dari anniversary itu bukan diukur dari materi atau cara merayakannya, tetapi lebih kepada bagaimana mental suami dan istri kembali ditata. Makna perayaan hari jadi jauh lebih penting ketimbang seremonialnya,” jelas Kasandra.
Dengan mengingat dan merayakan hari jadi, ada semacam effort lebih untuk memprioritaskan pernikahan. Alhasil, pernikahan mereka yang selalu merayakan anniversary berjalan lebih hangat dan mesra ketimbang mereka yang tidak pernah merayakannya.
Yang perlu diingat, anniversary pernikahan juga harus mampu membahagiakan kedua belah pihak. Jangan sampai perayaan hari jadi perkawinan malah memberatkan salah satu pihak. Misalnya, saat istri ingin merayakan hari jadi secara besar-besaran, suami menolak karena tak ada bujet. “Dalam kasus ini istri juga harus mengerti dan tidak boleh memaksakan kehendak kepada suami. Istri maupun suami harus sama-sama menekan ego agar momen tersebut tak menyenangkan salah satu sisi saja,” jelas Kasandra.
Merayakan anniversary sebenarnya memberikan kesempatan bagi pasangan suami-istri untuk kembali saling mengenal sekaligus meneguhkan komitmen. “Sebaliknya, bila pasangan suami-istri sudah tak lagi saling kenal dan tidak punya komitmen kuat, akibatnya bisa fatal, yaitu perceraian,” ujar Kasandra.
Memang, tidak semua orang berjiwa romantis dan kreatif dalam memberikan kejutan-kejutan hari jadi seperti yang sering kita lihat di film-film. Tapi, Kasandra menekankan pada pentingnya niat untuk merayakan hari jadi itu sendiri.
Tanpa perlu heboh, perayaan ini bisa Anda lakukan berdua saja. Misalnya, dengan berimajinasi atau berkontemplasi tentang masa depan. “Alangkah indahnya membayangkan masa depan saat memiliki buah hati, ketika anak tumbuh dewasa, hingga saat menjalani masa tua dan mengurus cucu,” saran Kasandra.
Atau, Anda bisa mengingat-ingat kembali saat dulu baru jatuh cinta. Coba ingat-ingat alasan mengapa Anda menikahi suami atau hal apa yang membuat Anda mencintainya hingga detik ini. Membangkitkan kembali perasaan berbunga-bunga yang dulu pernah ada, bisa membuat pasangan kembali jatuh cinta.


