Bayang-bayang mendiang tunangan tidak bisa hilang begitu saja, walaupun telah menikah dengan suami. Terkadang, rasa rindu teramat besar kepada almarhum, membuat sedih sendiri. Harus bagaimana? Meski merasa hancur, patah hati, dan tak mungkin mencintai orang lain, ternyata Anda bisa bangkit kembali, bahkan menikah dengan orang lain. Ini membuktikan bahwa kehidupan terus berjalan, apa pun yang terjadi.
Sebagian orang merasa apa yang tidak bisa mereka miliki atau telah hilang, lebih baik daripada yang ia miliki. Tanpa sadar ini yang Anda lakukan. Anda tak mau melupakan kenangan Anda dengan mantan tunangan. Ini hanya membuat Anda tak bisa membebaskan diri dari masa lalu.
Mungkin sekarang Anda masih bisa menyembunyikan perasaan Anda dari suami. Tetapi, jika dibiarkan, lama-kelamaan perasaan Anda akan tercermin pada sikap Anda. Jika Anda tak ingin ini sampai diketahui suami, berhentilah mengenang masa lalu sebelum perkawinan Anda terkena dampaknya. Anda tak akan bisa mendapatkan kembali apa yang telah hilang, malah bisa kehilangan apa yang Anda miliki sekarang. Fokuslah pada hari ini, pada suami yang telah membantu Anda bangkit dan kembali ‘hidup’.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, pengalaman di masa lalu terkadang sulit dilupakan begitu saja. Namun, kenangan itu akan memberi warna bagi perkembangan emosi seseorang. Berhati-hatilah. Jika Anda terlalu terpaku pada masa lalu, akan menghambat langkah Anda meraih masa depan.
Anda harus belajar mensyukuri keadaan dan kebersamaan Anda dengan suami, agar dapat menjalani hidup dengan baik. Jika Anda yakin dengan ketulusan cinta mantan tunangan Anda, maka tentu ia juga ingin Anda melanjutkan hidup Anda dengan bahagia, bersama pasangan Anda saat ini.
Anda boleh saja berbagi perasaan dan pikiran dengan orang lain, tetapi Anda juga berhak untuk menyimpannya sendiri. Pikiran dan perasaan Anda adalah milik Anda pribadi. Namun, Anda harus bijak saat akan membagi perasaan dan pikiran karena belum tentu orang lain memiliki pikiran yang selaras, bahkan mungkin bertentangan dan menimbulkan salah paham. Jagalah sikap Anda pada suami, karena belum tentu ia akan berempati pada kondisi Anda.(f)


