Sex & Relationship
Seks: Jangan Sampai Rugi!

29 Jul 2014

Hubungan seks  suami-istri melibatkan dua pihak. Jadi, sekarang ini bukan masanya lagi wanita hanya pasrah bila ada hal-hal yang mengganggu mood-nya. Anda mesti menyuarakan keinginan atau juga keberatan Anda. Namun, karena masalah seks masih menjadi masalah sensitif, perlu ada strategi agar suara hati Anda itu tepat sasaran sekaligus tidak membuat si dia sensitif.

“Sejujurnya saya ingin bercinta cukup satu atau dua kali seminggu. Kalau nyaris tiap hari, pegal-pegal rasanya badan. Tapi, kalau tidak saya layani, nanti bisa-bisa suami berpindah ke lain hati,” keluh Isti (33), yang sudah berumah tangga dengan Anto (37) selama 2 tahun.

Lain lagi dengan Virna (27). Pernikahannya belum setahun, tapi dia sudah merasa tak nyaman bercinta dengan suaminya, Nanda (30). “Foreplay selalu dengan posisi 69, posisi yang membuat saya kurang nyaman. Saya ingin saat foreplay ia konsentrasi dulu untuk memanaskan saya. Tak perlu khawatir, saya tidak egois. Setelahnya, saya akan ‘fokus’ kepada dia,” curhat-nya.

Tak ada persoalan apa pun di dunia ini yang tidak bisa dikomunikasikan. Begitu pula masalah hubungan intim antara Anda dengan suami. Namun, mengenai performa saat hubungan intim ternyata masih banyak pasangan yang menganggapnya tabu untuk dibahas. Bila Isti khawatir atas kesetiaan suaminya, Virna takut dianggap kuno oleh Nanda.

“Harusnya pasangan terbuka soal masalah seks, karena seks adalah salah satu faktor penting untuk penunjang awetnya perkawinan,” ujar androlog dan seksolog dari RS Pusat Pertamina, dr. Anita Gunawan, M.S., Sp.And.
 
Mesti diakui, bila menyangkut performa kaum pria di ranjang, membicarakannya jadi tidak mudah. Pria pada umumnya pantang dikritik apalagi ditolak untuk masalah yang satu ini. Pria itu identik dengan gagah, lebih tahu segalanya, termasuk soal seks yang memuaskan. Meski kenyataannya, para pria ini belum tentu belajar dengan cara benar. Banyak pria yang mengaku tayangan dewasa yang beredar di dunia maya atau DVD, itulah guru mereka.

Dalam film-film biru, wanita digambarkan senang dicumbu dengan berbagai gaya, meski terkadang nyaris seperti main akrobat. Wanita pun digambarkan selalu siap untuk bercinta berkali-kali. Padahal, dalam praktiknya, jangan-jangan hal-hal yang heboh itu justru malah membuat wanita kesakitan. “Jika Anda tidak memberi tahu, mungkin pasangan Anda tidak akan pernah tahu penderitaan Anda,” kata dr. Anita.

Memang, ada risiko yang harus dihadapi, yaitu bisa membuat pria tersinggung atau marah. Tapi, dr. Anita melihat, pria-pria masa kini lebih terbuka untuk membicarakan itu. Meski, tentu saja masih ada juga pria yang punya egoisme tinggi soal seks. “Pria seperti ini mungkin karena dididik sebagai pria dominan. Ia dominan untuk segala hal, termasuk soal seks,” imbuhnya.

Jika wanita memilih diam, justru ia akan rugi sendiri. “Masa iya mau hingga bertahun-tahun perkawinan tersiksa saat bercinta. Seks seharusnya kan menjadi ajang yang menyenangkan,” kata dr. Anita.

Terlebih bila para wanita yang memilih bungkam itu sebetulnya tidak bersikap pasrah sepenuhnya. Mereka diam-diam melakukan penolakan atau penghindaran. “Jangan dikira pasangan Anda tidak tahu kelakuan itu. Akhirnya, maksud hati melakukan aksi tutup mulut agar pasangan tidak marah, akibatnya justru merugikan diri sendiri karena suami mengira istrinya tidak bersemangat lagi bercinta dengannya,” ujar dr. Anita.

Bak guru yang sabar, Anda bisa membimbing pasangan untuk melakukan apa yang Anda inginkan dengan menjadi pemain aktif, namun tidak menekannya. Arahkan gerakannya ke bagian yang Anda inginkan. Gunakan bisikan dan rayuan untuk membimbingnya mengeksplorasi titik-titik yang akan membuat Anda makin panas. Beri respons yang bersemangat bila ia mau menstimulasi area yang Anda inginkan. Misalnya, biarkan dia mendengar suara-suara ‘berisik’ Anda.

Respons menyenangkan ini bisa memotivasi sekaligus mengingatkannya untuk melakukan hal ini saat bercinta di lain waktu. Jangan terburu-buru jika sedang menggunakan bahasa tubuh ini. Dan, jangan lewatkan foreplay karena kesuksesan tahap ini akan membawa Anda ke hubungan seks yang luar biasa.


Yuniarti Tanjung (Kontributor Jakarta)




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?