Food Review
Sedapnya Hidangan Khas Bangka di Restoran Milan

19 Oct 2015


Tiga kali mengalami kebakaran di ketiga toko aksesori mobilnya, Hengki Janto yang sudah berdiam di Jakarta sejak tahun 1973 sempat kembali ke Bangka untuk menenangkan diri. Tahun 2005, bermodal 5 juta rupiah, ia kembali mencoba peruntungan dengan memulai rumah makan khas Bangka, restoran Milan, berdasarkan nama istrinya.

Hobi masak membuatnya tidak canggung di dapur. Mulai dari tahu hingga pempek dibuatnya sendiri. Ketiga anaknya turut membantu. Letak dapurnya di lantai 2 ruko, dibantu dengan adanya lift makanan untuk mengantar pesanan. Uniknya, meja di area makan lantai 1 terbuat dari kaca dan besi. “Di sini sering banjir hingga menutupi lantai 1, oleh karena itu furnitur dibuat tahan air,” kata Silfanni Janto, anak kedua dari tiga bersaudara yang saat itu sedang membantu ayahnya, sebagai kasir restoran.

Keistimewaan restoran ini juga terdapat pada menu. Salah satunya Lempah Kulat Ayam, yang menggunakan kulat (jamur) Pelawan, yakni jamur musiman dari hutan di daerah Pelawan. Jamur ini hanya tumbuh pada saat cuaca panas yang diikuti hujan sesekali, dan konon harus disertai petir.

Aroma jamur ini tajam seperti kaldu bubuk, menghasilkan rasa yang sangat gurih. Per kilo jamur bisa mencapai 2 juta rupiah, jika tengah langka-langkanya. Hengki juga rela mendatangkan gula aren dari Kota Sungai Liat, Bangka untuk hidangan manis seperti Sagu Gunting dan Surabi Durian. “Rasa manis yang pekat, cocok dengan karakter kudapan Bangka yang umumnya gurih,” ujarnya. Begitu pula dengan durian, ia sengaja mendatangkan langsung dari Medan untuk kuah surabi. Daging buah durian yang legit, membuat kudapan ini seharinya bisa terjual 100 porsi! (f)

Restoran Milan
Kompleks Green Ville Blok AW 2 Tahap IV, Jakarta
Telp. (021) 56968128



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?