Ketika hari 'pertempuran' tiba, camkan bahwa ini adalah pertunjukan milik Anda. Andalah bintangnya! Agar audience mendengarkan presentasi Anda, beberapa hal berikut ini perlu dilakukan.
1. Pentingnya pembukaan
Usahakan untuk sampai di lokasi lebih awal agar Anda memiliki waktu untuk melihat lokasi presentasi sekaligus merancang bagaimana presentasi akan dibuka. Erwin menekankan pentingnya memikirkan pembukaan presentasi. “Ini adalah saat yang menentukan, apakah orang akan memperhatikan presentasi Anda atau akan sibuk sendiri dengan gadget-nya selama presentasi,” jelasnya.
Mulailah dengan melakukan perkenalan diri, jelaskan secara singkat maksud dan tujuan dari presentasi yang akan Anda lakukan. Tunjukkan ketertarikan pada objek yang akan dipresentasikan, karena hal ini akan memberikan energi positif yang membuat Anda membawakan presentasi dengan lebih menarik.
2. Kendali di tangan kita
Siapa pun dan di mana pun Anda melakukan presentasi, penting diingat bahwa Andalah yang memegang kendali untuk menentukan jalannya presentasi. Di awal, sampaikan dengan jelas dan sopan, bagaimana alur presentasi yang diinginkan. Apakah sesi tanya jawab dilakukan di tengah presentasi atau di akhir presentasi.
Sebelum mulai, tarik napas untuk menenangkan diri sehingga saat presentasi Anda bisa menjelaskan dengan suara jelas dan tidak terlalu cepat. Bergeraklah dan edarkan pandangan kepada audience untuk menciptakan interaksi dan kedekatan, sekaligus melihat reaksi yang ditimbulkan dari presentasi yang Anda sampaikan.
3. Tutup dengan sempurna
Jika Anda membuka presentasi dengan baik, maka tutup pula dengan baik. Karena inilah saat terakhir untuk menarik perhatian audience agar maksud dan tujuan yang diharapkan dari presentasi tercapai. Bisa saja, orang tidak terlalu tertarik pada saat presentasi, tapi jika ada kejutan saat penutup, orang akan melirik ingin tahu sehingga tujuan dan maksud Anda melakukan presentasi tersampaikan.
Usai presentasi, sempatkan untuk melakukan obrolan singkat guna menjajaki kelanjutan dari presentasi yang baru disampaikan. Terutama saat Anda berhadapan dengan klien. Tanyakan dengan jelas kapan Anda akan mendapatkan feedback. “Kesalahan yang umum dilakukan adalah tidak menanyakan dengan jelas kapan akan mendapatkan tanggapan. Dengan demikian, Anda akan punya acuan saat hendak bertanya kembali tentang proposal yang diajukan,” jelas Erwin.(f)


