Terkadang, berkompromi dengan orang tua tidak mudah. Termasuk untuk urusan jodoh. Boleh saja kita sudah memiliki pilihan sendiri, tetapi terkadang mereka memaksa untuk menjalin hubungan dengan pria pilihan mereka.
Masalah perjodohan memang selalu jadi kontroversi. Beberapa orang melihat ini sebagai masalah, tetapi ada yang sebaliknya. Menurut Irma Makarim, perlu melakukan pendekatan pada orang tua, bahwa tidak boleh ada pemaksaan. Mungkin ada alasan tertentu di balik usaha orang tua dalam menjodohkan. Jangan terlalu cepat menghakimi, karena umumnya orang tua ingin yang terbaik bagi anaknya. Dalam kondisi seperti ini sebaiknya kita duduk bersama dan serius membicarakan semua ini secara jelas dan terbuka.
Kalau kita sudah merasa cocok dan mantap untuk dengan kekasih pilihan sendiri, segeralah perkenalkan kepada orang tua. Bagaimana orang tua bisa menerima atau menyukainya, bila beliau tidak mengenal kekasih?
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, ada dua pilihan yang bisa dipilih. Pertama, terima keputusan orang tua dan jangan sekali pun menyesali keputusan tersebut, jika di kemudian hari terjadi hal yang tidak diharapkan. Kedua, tolak keputusan mereka, dan jangan pula menyesali dampak keputusannya.
Pada hakikatnya kita harus berani mempertanggungjawabkan keputusan untuk menolak maupun menerima tuntutan orang tua atau harapan kita sendiri dengan segala konsekuensinya. Tiap keputusan memiliki kandungan konsekuensi, dan keraguan lebih dilandasi oleh keengganan menerima konsekuensi tersebut. Padahal, itu adalah bagian dari tiap keputusan.(f)


