Isu tentang merger atau akuisisi sering kali meresahkan bagi karyawan. Belum sempat mencari informasi yang benar, mereka sudah langsung gelisah, khawatir, bingung, apakah lebih baik pindah atau bertahan. Asumsi-asumsi lahir begitu saja, hingga kemudian berkembang menjadi gosip, yang entah sampai di mana kebenarannya. Orang selalu mengatakan, jangan langsung percaya, deh, pada rumor. Tapi… bukankah (gosipnya) rumor mengandung 90% fakta?
Rumor VS Fakta
Hampir bisa dipastikan, bahkan jauh sebelum merger atau akuisisi itu sungguh terjadi, beragam gosip akan berembus kencang. Makin lama makin seru, makin bikin hati ketar-ketir.
Sebelum memutuskan bertindak, cari tahu kebenaran dari rumor-rumor tersebut. Konsultan Experd, Sylvina Savitri, menyarankan, bertanyalah kepada orang yang memang memiliki informasi, sehingga kita tidak terjebak dan tersesat dalam labirin rumor.
“Satu strategi yang penting dilakukan oleh manajemen untuk menekan gosip adalah mengomunikasikan informasi. Kebingungan dan kepanikan karyawan akan berpengaruh besar terhadap kinerja mereka. Manajemen perlu mengelola informasi dan ekspektasi karyawan,” tegasnya.
Misalnya, ketika terjadi merger dengan perusahaan besar, karyawan berasumsi dan berharap akan mendapatkan kenaikan gaji yang cukup signifikan. Sebelum ekspektasi karyawan melambung terlalu tinggi, manajemen perlu memberi informasi yang benar tentang hal tersebut. Katakan bahwa kisaran kenaikan adalah sekian persen. Dengan demikian, saat kenaikan gaji yang tak sedahsyat kabar yang bertiup, tidak terjadi ‘kerusuhan’ karena karyawan merasa diperlakukan tidak adil.(f)




