
The Jazz Age (1920)
Ciri riasan tahun ’20-an: eye shadow warna berani, eye liner tebal, dan lipstik warna merah. Tata rias ala Gabrielle ’Coco’ Chanel ini makin memikat dengan efek kilap eye shadow warna perak pada sudut mata bagian dalam.
TIP:
- Kunci utama riasan ini adalah tata rias dasar sempurna. Gunakan all in one primer, concealer, dan bedak untuk menyempurnakan riasan.
- Tarik garis eye liner dari garis mata bagian tengah ke sudut luar. Lakukan beberapa kali hingga cukup tebal. Agar lebih mudah, gunakan eye liner pensil terlebih dahulu, lalu aplikasikan eye liner gel untuk mempertebal garis mata.

Boho Chic (1960)
Tren bohemian dan hippie tahun ’60-an tercermin dari tata rias bibir pucat dan fokus pada riasan mata seperti Brigitte Bardot. Baurkan eye shadow warna cokelat muda dan abu metalik pada kelopak dan garis mata bagian bawah. Aplikasikan eye liner tipis-tipis dengan teknik cat eyes. Untuk bibir, cukup gunakan lip gloss warna nude.
TIP:
- BB cream dapat memberi tampilan tata rias dasar yang ringan. Sapukan bedak tabur sesuai warna kulit wajah agar tidak tampak mengilap.
- Agar tidak terlihat pucat, beri highlight warna silver pada sudut mata bagian dalam dan gunakan maskara hitam.

Color Power (1980)
Pada tahun ’80-an, Madonna tampil seksi dengan riasan warna cerah menggunakan 3 hingga 5 warna eye shadow sekaligus. Agar tidak tampak berlebihan, gunakan 3 warna eye shadow, seperti ungu, peach, dan beige. Oleskan lipstik shocking pink yang segar.
TIP:
- Jika ingin lebih bereksperimen, coba gunakan lipstik campuran warna tangerine dan merah cabai.
- Untuk pemilik kulit gelap, ganti warna ungu dan peach dengan warna merah muda dan ungu tua.(f)




