Antara pembalut, tampon, dan menstrual cup, produk manakah yang disarankan?
Pembalut, tampon dan menstrual cup memiliki fungsi yang berbeda-beda.
Pembalut cocok digunakan saat Anda mengalami jumlah perdarahan yang standar dan tidak terlalu banyak untuk menampung darah menstruasi yang keluar. Namun letaknya yang berada di luar vagina mengakibatkan pembalut dapat bergeser dan bergesekan sehingga suhu emningkat dan menyebabkan iritasi kulit. Karena itu, gantilah pembalut minimal 4 jam sekali.
Tampon bisa dipergunakan bagi Anda yang sudah menikah saat perdarahan menstruasi terjadi dengan jumlah banyak. Sifatnya yang sangat absorben membuat tampon tidak baik dipakai pada saat perdarahan sudah tidak lagi banyak. Tampon yang cenderung 'menghisap' ini dapat mengeringkan dinding vagina dan menyebabkan iritasi.
Menstrual cup adalah produk yang relatif baru, terbuat dari silicon yang memiliki sifat alergenik rendah jika dibandingkan dengan cup jaman dahulu yang terbuat dari latex. Menstrual cup relatif tidak memiliki banyak efek samping selama pemasangan dan pelepasannya dilakukan dengan cara benar. Menstrual cup dapat menampung darah lebih banyak dari tampon dan dapat dikosongkan saat sudah penuh. Alat ini juga dapat dibersihkan dan dipakai berulang kali. Bersihkan menstrual cup dengan cairan antiseptik khusus atau air panas, sebulan sekali.
Apakah penyebab jerawat di daerah kewanitaan? Bagaimana menangani dan mencegahnya?
Area kewanitaan adalah area yang mudah timbul infeksi karena lokasinya yang tertutup dan lembap, terutama saat menstruasi. Pada saat berkeringat, kelenjar sebum yang banyak terdapat pada area vagina tersumbat. Yang umum terjadi di area tersebut adalah jerawat dan infeksi bakteri misalnya folikulitis di sekitar akar rambut atau bisul.
Jerawat ini biasanya disebut dengan Hidradenitis Suppurativa. Untuk menanganinya diperlukan antibiotik yang sesuai. Cegahlah dengan menjaga kebersihan dan mengurangi kelembapan, seperti sering mengganti celana dalam dan memotong pendek rambut kemaluan.
Manakah metode terbaik untuk merawat bulu di area kewanitaan: wax atau trim atau cukur?
Cara merapikan rambut di area kemaluan yang memiliki resiko paling rendah adalah trimming. Waxing dan shaving memiliki risiko terjadinya iritasi kulit, erosi/ lecet atau ingrown hair.
Sebaiknya lakukan trimming pada rambut kemaluan Anda hingga pendek untuk menjaga kebersihan dan mengurangi kelembapan. Tidak ada yang salah jika Anda ingin merapikan rambut dengan cara brazilian wax. Namun trauma wax yang dilakukan berulang kali dapat membuat kulit berwarna lebih gelap.
Perlukah melakukan vaginal douching?
Tidak perlu. Vaginal douching adalah tindakan membasuh vagina sampai ke dalam menggunakan cairan baik penyegar ataupun antiseptik. Gerakan mendorong ke dalam dapat menyebabkan iritasi. Apabila sudah terjadi infeksi dalam vagina, hal ini dapat mendorong kuman masuk ke dalam serviks dan kandungan karena efek tekanan air. Vaginal douching boleh dikerjakan jika memang disarankan oleh dokter pada kondisi tertentu yang memang membutuhkan bilasan. (f)


