Sex & Relationship
Ragu Menikah

30 Jun 2012

Bertahun-tahun menjalin hubungan serius dengan kekasih, bahkan telah merencanakan pernikahan. Tiba-tiba seseorang dari masa lalu hadir kembali, Anda bertemu dengan mantan kekasih yang sudah lama berpisah. Dulu Anda memutuskan hubungan karena perbedaan agama dan tidak mendapat restu orang tua. Sehingga pertemuan itu membuat Anda tersadar, bahwa Anda dan mantan kekasih ternyata masih saling mencintai.
Anda bimbang dan diliputi dilema, tidak ingin menyakiti hati kekasih, namun Anda juga tidak bisa melupakan mantan kekasih. Bagaimana solusi terbaiknya?

Menurut Konsultan Monty Satiadarma, kalau Anda  mau maju, melangkahlah ke depan, jangan terpukau oleh masa lampau. Kenangan manis di masa lampau pernah Anda tinggalkan, apa pun alasannya. Karena, Anda telah memutuskan memilih lintasan lain dan tidak bersikukuh mempertahankan hubungan itu dengan rasionalitas yang Anda miliki waktu itu.

"Sekarang, setelah Anda membina hubungan serius dan merencanakan membina rumah tangga, justru Anda mencoba merasionalisasikan lagi hubungan Anda yang lama karena Anda berada dalam bayang-bayang fantasi emosional lama. Demikian mudahkah Anda berkeputusan meninggalkan yang dahulu dan mudah pula Anda terguncang untuk meninggalkan yang kini karena bertemu lagi dengan kekasih yang dulu?," ungkap Monty.

Monty menambahkan bahwa Andalah yang membuat diri bimbang, karena Anda kurang memiliki keteguhan hati. Anda tak teguh mempertahankan yang lama di masa lampau sehingga hubungan pupus. Kini pun Anda bimbang merealisasikan keputusan yang sudah dibuat. Sesungguhnya, kebimbangan itu membuat Anda tak layak juga membina hubungan serius dan merencanakan pernikahan. Oleh karenanya, keteguhan hati Anda yang harus dijadikan pegangan arah tujuan hidup Anda. Bukan karena alasan tak mau menyakiti. Karena, peristiwa lampau pun sudah membawa rasa sakit, dan mungkin yang kini akan kembali tersakiti. Berusahalah untuk teguh dalam keputusan Anda.

"Keputusan untuk menikah adalah salah satu keputusan penting dalam hidup. Dan selanjutnya Anda akan terus berbagi kehidupan dengan pasangan Anda. Karena itu, keputusan ini sebaiknya diambil dengan penuh kesadaran setelah melalui pemikiran dan pertimbangan yang matang," jelas Konsultan Irma Makarim.

Irma mengungkapkan bahwa pada umumnya, pasangan yang membina hubungan kasihnya dengan serius, juga mempunyai tujuan untuk menikah. Tetapi, kenyataannya, tidak semua hubungan seperti ini, akan diikuti pernikahan. Munculnya berbagai kendala bisa menimbulkan keraguan pada pasangan untuk meneruskan hubungan. Anda pernah mengalaminya dengan mantan kekasih karena alasan perbedaan agama. Kini, keraguan muncul kembali. Anda tak mau mengecewakan kekasih  karena Anda masih belum bisa melupakan mantan kekasih. Ini memperlihatkan bahwa Anda mungkin memang belum siap melangkah lebih jauh. Menurut saya, Anda tidak perlu memaksakan diri untuk   segera mengambil keputusan penting ini. Tetapi, tentu Anda perlu memikirkan sungguh-sungguh setiap langkah Anda selanjutnya.

"Mulailah dengan bertanya, apa yang membuat Anda berdua merencanakan pernikahan ini? Apakah Anda telah menemukan pribadi yang tepat dalam diri kekasih untuk berbagi kehidupan? Biasanya, kehadiran pasangan yang tepat akan memberikan makna yang kuat dalam kehidupan Anda. Kehadirannya juga akan membuat Anda merasa nyaman dan berbahagia," tutur Irma.

Bila ini yang Anda rasakan, hubungan ini cukup berharga untuk dipertahankan. Tetapi, tentu tidak fair bagi kekasih, bila pikiran dan hati Anda masih terpaku pada mantan kekasih. Pilihan ada di tangan Anda. Ikuti dan perjuangkan apa yang Anda anggap tepat. Jangan terus berdiri di persimpangan, membiarkan hubungan kasih Anda terpuruk karena tidak berbuat apa pun untuk kedua hubungan ini.



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?