Tampaknya kekasih juga begitu. Saya ingin mengajukan break sejenak, sementara kekasih mengusulkan untuk melakukan perjalanan berdua. Apa konsekuensi dan manfaat dari kedua pilihan itu? Apakah akan menguatkan atau membuyarkan hubungan kami?Fanita - Jakarta
Menurut psikolog Irma Makarim, sebuah hubungan kasih memang tidak selalu mulus. Berbagai kendala yang dihadapi bisa membawa dampak dalam hubungan ini. Sebaliknya, ketika hubungan ini mulai terperangkap dalam rutinitas, rasa bosan akan muncul perlahan-lahan, dan membuat ikatan emosional di antara Anda berdua memudar. Adanya keraguan dari Anda berdua untuk meneruskan hubungan adalah salah satu pertanda dari kemungkinan tadi.
Kalau ikatan batin di antara Anda berdua benar-benar telah memudar dan kedua belah pihak membiarkan hal ini terus terjadi tanpa berbuat apa pun, berarti bagi Anda berdua hubungan ini kurang berharga untuk dipertahankan. Biasanya hubungan seperti ini perlahan-lahan akan kandas di tengah jalan. Sebaliknya, kalau Anda berdua menyadari adanya kendala dalam hubungan ini dan ingin berbuat sesuatu untuk mengatasinya, itu menunjukkan bahwa hubungan ini cukup berharga untuk dipertahankan.
Kalau Anda ingin break, tujuannya harus jelas, yaitu memberikan ruang untuk masing-masing pihak, untuk berpikir dengan jernih dan merasakan bagaimana kehidupan tanpa pasangan. Bisa saja kedua belah pihak merasakan kehilangan sehingga ingin kembali menghidupkan hubungan ini, atau sebaliknya malah merasa lebih nyaman, sehingga enggan rujuk kembali.
Dengan liburan bersama, bisa saja Anda berdua bosan dengan kehadiran yang begitu intensif atau juga justru tercipta kehangatan serta romantika hubungan yang belakangan ini dirasakan hilang. Hubungan cinta memang tak bisa dipaksakan. Butuh ketulusan dan kejujuran untuk mengakui apa yang sebenarnya dirasakan dan diinginkan Anda berdua, dan menjadikannya pertimbangan untuk mengambil keputusan penting.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, pilihan solusi yang Anda kemukakan bisa bermanfaat bisa juga tidak, tergantung dari permasalahan yang dihadapi. Tidak ada jawaban universal bahwa break ataupun perjalanan bersama bisa mengatasi tiap masalah. Pertanyaannya adalah apa masalahnya. Tentu ada kesenjangan persepsi di antara Anda berdua. Jadi secara umum seharusnya Anda menyamakan persepsi. Tetapi, ini bukan hal mudah karena masing-masing individu memiliki sudut pandang masing-masing.
Pertanyaan lebih lanjut adalah apakah ada keinginan mempertahankan hubungan atau lebih banyak keinginan untuk menyudahi hubungan. Jika keinginan Anda berdua tulus mempertahankan hubungan, maka salah satunya harus mengalah kepada yang lain. Jika masing-masing mengalah tentu solusi bisa ditemukan. Jika masing-masing bersikap memaksakan kehendak atas diri orang lain, langkah apa pun akan mengalami jalan buntu.
Sederhananya, silakan mencobakan kedua solusi tersebut. Tetapi, jika masing-masing pihak memaksakan solusi terbaik menurut pandangan masing-masing, maka jalan buntu juga yang ditemukan.
Akan lebih baik jika dituntaskan dulu masalahnya untuk mencari solusi. Langkah ini hanya bisa dilakukan dengan bantuan konseling langsung dari pakarnya.(f)




