Bagi ahli sejarah Jerman, Dr. Werner Kraus, Raden Saleh bukanlah sekadar pelukis ternama, melainkan seorang pria Jawa mempunyai andil besar dalam awal modernisasi di Indonesia: seorang ilmuwan, kolektor manuscript dan etnologi, serta sejarawan indonesia.
Mempelajari Raden Saleh selama 20 tahun, menciptakan kedekatan spiritual tersendiri bagi Werner. “Saya tahu betul segala seluk-beluk kehidupan Raden Saleh, mulai dari kegiatannya sehari-hari hingga bagaimana sosok beliau semasa hidupnya,” ungkap pria yang mendapat gelar doktor dari Universitas Heidelberg ini.
Ia pun mengisahkan, betapa membanggakannya dapat memamerkan 40 lukisan dan sketsa di Jakarta. “Beberapa tahun lalu saya diminta menjadi kurator karya Raden Saleh untuk dipertunjukkan di Singapura dengan memiliki fasilitas lebih memadai, ketersediaan dana yang cukup, dan semua lebih mudah untuk diwujudkan. Namun saya menolaknya. Biar bagaimanapun, Raden Saleh adalah sosok bangsawan Jawa, sehingga akan menghilangkan esensi kedaerahannya bila pameran pertama digelar di luar Indonesia. Saya sangat puas karena mampu mengumpulkan dan merestorasi berbagai macam karya hebat Raden Saleh dalam waktu kurang lebih 6 bulan,” ungkapnya bahagia.
Dari sekian banyak lukisan karya Raden Saleh, lukisan panorama ‘Jalan di Mega Mendung yang dibuat tahun 1862 dan 1879 menjadi salah satu favoritnya.
“Saya sangat menyukai ide pemandangan yang beliau tuangkan dalam lukisan ini. Betapa kita, sebagai manusia, tidak akan bisa bertahan tanpa alam. Manusia hanyalah sebuah entitas kecil bila dibandingkan dengan alam semesta. Manusia datang dan pergi, tetapi alam tetap bertahan.”
Ingin tahu bagaimana kemegahan lukisan sang maestro, Raden Saleh? Anda perlu mengalaminya sendiri di Galeri Nasional Jakarta, mulai tanggal 3-17 Juni 2012.
Woro Hartari Trianti


