Saat menempuh pendidikan, kita sering terdoktrin untuk terjun ke pilihan profesi yang populer. Faktor pendapatan dan jenjang karier yang jelas memang membuat beberapa profesi seperti magnet yang kuat. Menjadi dokter, pengacara, ahli teknologi informasi, hingga pegawai bank ibarat jaminan akan jalur karier bermasa depan cerah. Padahal, jika kita lebih jeli melihat peluang, bekerja di bidang yang jarang diminati orang juga menyediakan peluang yang sangat menjanjikan.
Cermati Peluang
Menurut Sylvina Savitri, konsultan karier dari EXPERD Consultant, kini kita tidak lagi harus bergantung pada pekerjaan yang umum saja. Seorang pencari kerja harus mampu melihat peluang di bidang mana pun. “Ketersediaan lapangan kerja dan informasi yang cukup banyak membuat orang tetap melirik profesi yang umum. Tapi kini, kesempatan berkarier di berbagai bidang sudah sangat terbuka, dan bukan sama sekali tidak menjanjikan,” jelasnya. Karena itu, jika saat ini ada yang merasa pilihan kariernya kurang strategis, jangan memandang sebelah mata pada profesi tersebut. Karena, justru di tempat itu Anda bisa menjadi pesaing baru dengan menunjukkan kinerja terbaik untuk sebuah perubahan positif.
Terkadang, saat Anda memutuskan untuk memilih profesi di bidang yang tidak populer --meski itu sesuai dengan minat Anda-- keluarga akan mempertanyakan keputusan itu. Belum lagi adanya anggapan bahwa mereka memilih profesi itu karena tidak mampu bersaing, sehingga harus terpinggirkan.
“Dahulu, mungkin orang dan bahkan pelaku profesi tersebut masih beranggapan seperti itu, sehingga menempatkan pelaku profesi tersebut sebagai ‘kelas kedua’. Tapi kini, batasan makin tipis, peluang berkreasi makin banyak,” tegas Sylvina. Ia mencontohkan, profesi chef. “Dulu, profesi ini dianggap tidak menarik. Tapi, kini terbukti bahwa bekerja sebagai chef yang profesional juga bisa sangat prospektif. Yang lebih dibutuhkan sekarang adalah profesionalisme,” imbuh Sylvina.
Memang, tantangan terberat bagi mereka yang bekerja dengan profesi yang tidak populer justru terletak pada bagaimana menunjukkan kepada dunia luar prestasi besar mereka. “Hilangkan anggapan bahwa sebuah posisi itu keren atau tidak keren. Yang penting totalitas dalam bekerja, selalu belajar, dan berinovasi,” kata Sylvina. Terlepas dari prestasi yang harus ditorehkan, menurut Sylvina, mereka harus bisa berkontribusi kepada masyarakat atau organisasinya lewat profesi yang dijalani. Dan, untuk memberikan kontribusi terbaiknya, seseorang harus dapat memotivasi dirinya sendiri untuk keluar dari zona aman dan meningkatkan kemampuannya.
Faunda Liswijayanti
Foto: Corbis


