Henna adalah jenis pewarnaan yang ditemukan oleh bangsa Mesir sekitar 1500 tahun sebelum Masehi. Teknik pewarnaan ini dianggap paling alami dan aman digunakan karena bahan dasarnya yang terbuat dari daun pohon henna yang banyak ditemukan di dataran Asia dan Timur Tengah. Daun dari pohon tersebut diproses menjadi bubuk atau pasta yang kemudian digunakan untuk mewarnai rambut, atau sering juga digunakan sebagai tato permanen.
Warna dasar yang dihasilkan oleh tanaman henna adalah merah ke arah oranye. Kini, banyak produk henna yang dikombinasikan dengan bahan pewarna lain untuk menghasilkan warna seperti hitam atau cokelat. Pilihan warna henna tidak sebanyak variasi pewarna rambut sintetis, kebanyakan jenis warnanya terdiri dari hitam, cokelat tua, merah, cokelat muda. Jika terdapat pilihan warna di luar warna-warna tersebut, biasanya sudah dikombinasikan dengan bahan pewarna rambut lainnya.
Cara pemakaian henna
- Campurkan bubuk henna dengan air secukupnya, hingga bubuk bertekstur kental.
- Lalu aplikasikan menggunakan kuas pewarna rambut atau menggunakan tangan (sebelumnya menggunakan sarung tangan plastik).
- Oleskan dari pangkal rambut hingga ujung batang rambut. Untuk hasil yang maksimal, diamkan selama kurang lebih satu jam, lalu aplikasikan kembali.
- Diamkan hingga benar-benar kering. Biasanya memakan waktu lebih dari 6 jam.
- Tutup rambut menggunakan shower cap atau plastic wrap agar penyerapan lebih mendalam.
- Setelah benar-benar kering, bilas rambut hingga tak terdapat gumpalan bubuk henna. Selama 2 hingga 3 hari, rambut jangan dicuci atau terkena air.
Lama bertahan
Henna bekerja hampir seampuh pewarna rambut permanen, karena pigmen alami dari tanaman henna bekerja mengikat keratin rambut. Biasanya, warna dari henna tidak memudar. Namun, jika warna rambut asli sudah mulai terlihat, sebaiknya lakukan pewarnaan ulang agar rambut tidak tampak belang.
Kelebihan dan kekurangan henna
Kelebihan: Karena terbuat dari bahan alami, tak ada batas minimal jangka waktu pemakaian. Anda bisa menggunakan sebulan sekali, tergantung seberapa sering Anda ingin mengulangi pewarnaan.
Kekurangan: Selain memakan proses yang lama, kandungan pewarna yang sangat berpigmen sangat susah untuk dihapus atau dilakukan pewarnaan ulang. Jadi, pastikan Anda mencari tahu terlebih dahulu warna yang benar-benar cocok di kulit Anda. (f)


