Melewati masa remaja dan memulai karier di Jerman membuat kuliner negeri itu melekat pada Degan Septoadji. “Ini gaya pertama yang saya kuasai,” ucap chef yang wajahnya diakrabi Indonesia karena sempat menjadi juri dalam program televisi Masterchef Indonesia, di tengah pembukaan Letter D. LD Salad hadir di hadapan femina. Tipikal salad Jerman berisi berbagai jenis salad dalam satu piring. Salad kentang, wortel, jagung, kacang-kacangan, dan tomat disusun cantik bersama dedaunan selada. Rasanya pun segar berkat vinaigrette dressing yang menyentil di lidah.
Sementara Osso Bucco adalah main course yang mengembalikan kenangan Degan pada masa-masa magang di Jerman. Veal shank dimasaknya penuh kesabaran dalam kaldu berempah dan tomat, menciptakan daging yang penuh cita rasa dan empuk. Hanya butuh entakan pelan dari sendok untuk memotong daging yang ditemani polenta yang sangat creamy gaya Milan itu.
Khazanah Thailand dipamerkan Degan dalam Talay Pao, yakni scallop, ikan, dan udang yang dimasak dengan metode pan-searing. Buncis dan asparagus bersiram saus kecap ikan dan daun ketumbar membuat sepinggannya cocok bertemu nasi. Enam tahun berkarier di Banyan Tree Group, Thailand, sebagai executive chef dan Group Manager of Culinary Development, mengilhami Degan.
“Presentasi harus menarik, tapi rasa tak boleh diutak-atik,” katanya, saat Salmon Lodeh tersaji. Walau kuah sayur tersaji dalam bentuk busa, penggunaan bumbu yang berani berhasil mendefinisikan rasa lodeh. Sayuran yang dipotong dadu secara seragam dan tidak overcooked, mendampingi salmon fillet yang dipanggang dalam oven bersuhu rendah agar teksturnya lembut. Karya kontemporer yang sempurna.
Isyana Atiningmas
Lokasi: Jl. Ahmad Dahlan No.16, Kebayoran Baru, Jak-Sel.
Telp: (021) 72786111.
Jam buka: 11.00–23.00 WIB.
Harga: Rp40.000-Rp280.000 (belum termasuk pajak 20%). Harga sewaktu-waktu dapat berubah. Cek sebelum bersantap.
Suasana: Interior kayu minimalis dengan sentuhan vintage.


