Steleah bertemu dengan cinta lama, Anda merasa masih nyambung dalam obrolan. Setelah itu, Anda sering saling kirim pesan pendek, sesekali juga saling menelepon. Anda tak ada niatan untuk lebih jauh dair itu, hanya saja teman-teman mengingatkan untuk tidak meneruskannya agar tak terjadi perselingkuhan. Anda dan dia sama-sama sudah memiliki suami dan istri. Apakah wanita dan pria tak bisa murni berteman?
Menurut Irma Makarim, tiap orang bebas memilih dengan siapa dia ingin berteman, selama mereka memiliki kecocokan bersama. Tentunya sangat menyenangkan bertemu kembali dengan mantan kekasih dan mendapati Anda berdua masih sangat nyambung. Tetapi, menyambung kembali pertemanan dengan cinta lama mempunyai keunikan sendiri. Bagi yang masih lajang, tentu tak ada masalah dengan hal ini. Lain halnya bagi yang telah berkeluarga, biasanya kondisi ini tak mudah diterima oleh pasangan masing-masing. Persahabatan dengan cinta lama sering kali dianggap sebagai ancaman bagi perkawinan mereka.
Banyak hal perlu diperhatikan. Pertama-tama, lihat baik-baik, apakah pasangan Anda masing-masing bersedia menerima kedekatan Anda dengan mantan kekasih. Bila mereka tak ada masalah, Anda berdua harus menjaga kepercayaan pasangan dan tetap menjaga sikap dalam mempertahankan niat untuk murni berteman. Kalau kedua belah pihak belum siap membina persahabatan murni, bisa saja Anda lengah dan larut dalam romantisisme masa lalu. Inilah yang membuat hubungan melangkah terlalu jauh, sehingga terjadilah perselingkuhan.
Untuk menghindari kemungkinan inilah teman-teman Anda menganjurkan untuk menghentikan hubungan. Keputusan berada di tangan Anda dan bagaimana Anda berdua menyikapi persahabatan ini. Bila Anda tetap melanjutkan hubungan dan yakin bisa membina persahabatan murni, lebih baik lakukan secara terbuka, sepengetahuan pasangan masing-masing. Bahkan kalau perlu Anda bisa mengajak pasangan masing-masing untuk membaur. Jangan sampai hubungan baru ini malah membuat hubungan dengan pasangan atau rumah tangga jadi terganggu.
Sedangkan menurut Monty, Wanita dan pria bisa murni berteman, akan tetapi cinta lama yang muncul kembali juga bisa mengganggu kelangsungan hubungan rumah tangga. Perselingkuhan sering kali juga tidak diawali dengan niat berselingkuh. Akan tetapi, ketika telah terbentuk jerat emosional dan hubungan yang sedianya sahabat berubah menjadi hubungan emosional mendalam, maka hal ini akan lebih rumit untuk diatasi.
Kita sendiri yang harus waspada akan kemampuan mengendalikan diri. Namun, sering terjadi individu lengah dan tidak menyadari hubungan emosional yang berlanjut makin dalam. Pola hidup manusia sering terbentuk karena kebiasaan. Ketika individu terbiasa melakukan hubungan rutin dengan seseorang, manakala hubungan tersebut merenggang akan terjadi kerinduan.
Jika kini Anda membiasakan diri berhubungan dengan ‘cinta lama’, tanpa Anda sadari secara bertahap hubungan tersebut dapat berkembang lebih jauh, dan dampaknya akan mengancam perkawinan Anda berdua. Pasangan Anda kelak akan menjadi korbannya. Relakah Anda jika kondisinya berkebalikan, yaitu pasangan Anda yang melakukan hubungan dengan seseorang yang merupakan ‘cinta lama’-nya? Hal ini tidak Anda harapkan, bukan?


