Anggun Prameswari/ Gagas Media
“Memaafkan tak pernah mudah, Sayang. Karena sejatinya cinta tidak menyakiti.” Bercerita tentang kekerasan dalam rumah tangga, novel ini menguak luka Bi yang selalu menjadi sasaran kekerasan Bram, suaminya. Tentang pilihannya untuk bertahan di sisi Bram, sekaligus belajar hal baru tentang batas cinta di tengah kenyataan yang muram. Karena baginya, hidup bukan sekadar dirinya, tapi juga Karel, buah hatinya. Seperti ungkapan Bi, “Sayang, menurutmu apa itu cinta? Mungkin beragam jawab akan kau dapati. Bisa jadi itu tentang laki-laki yang melindungi. Atau malah tentang bekas luka dalam hati-hati yang berani mencintai.”


