Trending Topic
Pengguna, Kriminal Atau Korban?

3 Mar 2015


Narkoba diperangi karena efeknya tak hanya menyebabkan adiksi tapi juga merusak otak yang menyebabkan perubahan perilaku menjadi agresif, paranoid, depresi, hingga mengakibatkan kegilaan dan kematian. Belum lagi, kematian akibat overdosis, penyakit-penyakit sampingan yang disebabkan pemakaian narkoba seperti kerusakan otak, HIV-AIDS, atau hepatitis. 

Dari hasil riset BNN, diketahui bahwa 70% pengguna narkoba datang dari kalangan pekerja, 22% adalah pelajar atau mahasiswa. “Kebanyakan pengguna adalah pekerja karena golongan inilah yang punya kekuatan finansial,” ujar Komjen Pol. Anang Iskandar, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Pengguna termuda yang ditemukan adalah pelajar berusia 10 tahun dan yang tertua usia 70-an. Remaja umumnya menggunakan karena rasa ingin tahu, pengaruh lingkungan pergaulan, dan masalah di keluarganya.  

Selama ini, seperti sudah menjadi rahasia umum, mereka yang berkarier di bidang entertainment juga banyak sekali yang tersangkut kasus narkoba. Seperti kasus terakhir, gitaris band Padi, Ari Tri Sosianto, dan musikus Fariz RM yang baru-baru ini ditangkap polisi di kediamannya. 

“Sebetulnya, siapa pun, tanpa melihat profesi dan usia, kini bisa terkena narkoba!” kata Anang, mengingatkan. Salah satu upaya yang dilakukan BNN dalam memerangi narkoba adalah dengan mengusulkan pemerintah untuk menyosialisasikan bahaya narkoba lewat kurikulum sekolah. “Sebab, pernah ditemui, pengguna yang masih usia sekolah mengaku dikelabui pengedar bahwa narkoba yang ditawarkan hanyalah obat masuk angin dan menambah stamina. Sementara kasus lainnya, seorang anak diberi narkoba oleh orang tuanya yang tak mengerti agar bisa lebih konsentrasi belajar,” kata Anang, prihatin.

Reynette Fausto

   


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?