Food Trend
Ngubek Cerita Yang Tak Kalah Langka

21 Sep 2013


Ciri khas suasana Jakarta menjelang hari jadinya ialah kemunculan barisan puluhan pedagang kerak telor di sepanjang jalan Kemayoran pada bulan Juni tiap tahunnya. Berdatangan dari berbagai daerah, mereka seolah mengadu nasib bersaing dengan pedagang di sebelahnya yang hanya berjarak tidak sampai satu meter.

 Semaraknya perayaan hari jadi ibu kota tentu saja menambah popularitas hidangan khas betawi. Tak hanya kerak telor, masih banyak masakan dan jajanan Betawi  yang menarik untuk diulik.

Seger, sedep berempah, dan gurih, itulah ciri-ciri masakan Betawi. Proses membuatnya ada yang sederhana, ada juga yang ribet. Walaupun begitu, para ibu di Lembaga Kebudayaan Betawi tidak patah semangat untuk terus melestarikan harta warisan dari leluhurnya. “Yang ngajarin mah nenek sendiri. Yang buat juga kite-kite aje,” ujar Ibu Cucu Sulaicha, salah satu pengurus dan anggota senior Lembaga Kebudayaan Betawi. Makanan ini biasa muncul di acara Lebaran, pernikahan, atau   khitanan.

Bila bukan keluarga Betawi asli, akan sulit menemukan  makanan-makanan ini. Lagi pula, jarang ada restoran yang muncul dengan fokus hidangan Betawi. Kalaupun ada, mereka biasanya hanya menyajikan beberapa resep. Hal ini menjadi penyebab langkanya makanan khas Betawi. Karena itulah, femina turun ke dapur Warung None untuk melihat cara membuat beberapa lauk langka ini. Ini cerita di belakangnya.

>> Sayur Bebanci dan Sate Pentul: Dua hidangan ini ibaratnya berteman akrab. Bila sayur asem idealnya ditemani tempe goreng, sayur bebanci biasanya didampingi sate pentul. Sayur bebanci sendiri wajib disajikan dengan ketupat, sehingga terkadang orang mengenalnya dengan nama ketupat bebanci. Bila kita menelurusi kata bebanci itu sendiri, terdengar lucu dan aneh. Konotasi dari kata banci sendiri punya makna pada hidangan ini. Uniknya, salah satu bahan untuk sayur berkuah santan ini adalah daging dan air kelapa muda. Aneh, karena biasanya kelapa muda digunakan sebagai hidangan manis manis atau penutup. Konon karena kejanggalan bahan ini, maka keluarlah kata banci ditemani dengan imbuhan be- untuk mengurangi kekasaran dari kata itu.
Memasak sayur bebanci itu gampang-gampang susah. Bagaimana tidak pusing, ketiga  bahan wajib   untuk sayur ini tidak bisa ditemui di sembarang pasar. Gerusan bubuk tai angin, botor, dan kedaung harus melengkapi racikan kuah merah kekuningan ini. Wanginya tajam bila dicium sendiri, tetapi akan berbaur seimbang bila sudah dimasukkan ke dalam kuah santan.
Sate pentul itu sendiri terasa manis gurih. Serat daging cincang yang telah bercampur dengan parutan kelapa membuat lilitan satai ini tidak seret. Bentuknya bulat lonjong dan tebal seperti pentungan atau pentulan, makanya satai satu ini disebut sate pentul. Walaupun sekilas terasa seperti serundeng, jauh beda penampilannya karena sudah dililit menjadi satai.(ELVINA FEBRIANI)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?