Naga (T. Rifnu Wikana) berprofesi sebagai tukang pijat panggilan. Ketua Partai Amal Syurga, Ustad Etawa (Lukman Sardi), serta Ketua Partai Martobat, Piton (Ray Sahetapy), yang terlibat korupsi izin impor daging domba merupakan pasiennya. Telinga Naga menangkap semua perbincangan dan rencana busuk para pasiennya itu. Karena muak mendengarnya, ia meminta seorang dokter untuk merusak gendang telinganya. Film yang disutradarai oleh Lola Amaria ini merupakan sebuah parodi politik yang terinspirasi dari realitas para elite partai dan pejabat negara yang terlibat korupsi. Memperlihatkan sebuah kenyataan pahit bahwa korupsi telah menyebabkan orang-orang kurang mampu makin tertindas, sedangkan para koruptor tidak mendapatkan hukuman yang setimpal. Film ini sangat baik ditonton oleh Anda yang prihatin akan situasi politik Indonesia saat ini. (f)


