Tere Liye/ GPU
Novel yang satu ini sangat mewakili konteks hidup bermasyarakat di Indonesia di era sekarang. Ketika kesenjangan terbentang begitu rupa, serta negara kehilangan norma dan aturan, maka tiap orang mencari jalan selamat sendiri-sendiri. Persis seperti yang juga dijalani oleh Thomas, konsultan bisnis sukses yang merambah ke dunia politik.
Ia keluar masuk penjara, menggalang opini massa melalui tulisan seorang wartawan muda bernama Maryam yang terjebak di dalam kerunyaman perpolitikan di Negeri di Ujung Tanduk. Novel ini sebenarnya merupakan sekuel dari novel Negeri Para Bedebah yang masuk dalam 10 besar nominasi Khatulistiwa Literary Award. Tetapi, Anda tetap bisa mengikuti dengan baik buku ini tanpa harus membaca prekuelnya. (f)


