Trending Topic
More than a Mother

21 Apr 2015


Masalah infertilitas masih menjadi masalah kesehatan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Yang menyedihkan, dari banyaknya kasus infertilitas yang terjadi, kerap kali pihak wanita yang disalahkan. Beban sosial akibat infertilitas dan tidak memiliki keturunan menjadi isu yang perlu mendapat perhatian. Padahal, seperti yang kita ketahui, kondisi infertilitas ini tak didominasi dari pihak perempuan, tetapi juga pihak laki-laki.

Edukasi mengenai pentingnya berbagi tanggung jawab untuk masalah kesuburan, diinisiasi oleh Universitas Indonesia bekerja sama dengan Merck melalui program More Than a Mother dan Fertility is a Shared Responsibility. Rencananya, program lima tahunan ini akan mendatangkan ahli fertilitas dari Jerman, Kanada, dan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan umum dalam hal perawatan infertilitas, yang akan diakreditasi oleh European Accreditation Council of Continuous Medical Education (EACCME)
 
“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mengidentifikasi dan mengimplementasi strategi untuk peningkatan akses terhadap perawatan fertilitas biomedis berkualitas tinggi. Sehingga dapat mengurangi beban sosial akibat infertilitas dan tidak memiliki keturunan,” jelas Head of Global Business Responsibility and Market Development – Biopharmaceutical business Merck Serono, Rasha Kelej.

Ditambahkan oleh Dr. Budi Wiweko, SpOG(K), konsultan in-Vitro Fertilization (IVF) dan Manajer Penelitian Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, program ini dapat membantu para peserta untuk memahami aspek budaya, psikologi dan aspek perawatan subfertilitas serta model penyuluhan tahap awal bagi pasangan dengan masalah subfertilitas.

Woro Hartari Trianti



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?