Aziz Ansari/ Penguin PressTulisan yang mengamati tentang relationship dan kehidupan asmara di era digital sekarang. Perjalanan mencari cinta adalah kebutuhan yang sudah ada sejak manusia ada. Yang berubah dari tiap dekade adalah perubahan teknologi pada tiap masa. Para lajang masa kini punya lebih banyak pilihan dan akses, jika dibanding generasi sebelumnya. Dengan teknologi, kita dengan mudahnya terhubung kepada orang-orang dari seluruh belahan dunia. Tapi, mengapa justru banyak orang yang galau? Hanya gara-gara sebuah status media sosial yang ditulis oleh gebetan, atau teks emoji, bisa bikin hati kebat-kebit. Itulah beberapa problematika asmara yang khas di abad ke-21.
Bersama tim sosiolog dari New York University, penulis melakukan penelitian yang serius untuk buku ini, meliputi wawancara ratusan responden dari berbagai kota besar dunia. Sebuah karya yang menggabungkan gaya penulisan witty, penelitian ilmiah, kajian sosial, yang akan membawa kita pada gambaran tentang romantisisme generasi abad ini. (f)


