Trending Topic
Minim Akses Baca

28 Sep 2015

Saat berada di kendaraan umum atau sedang menunggu, pemandangan jamak yang kita lihat adalah (hampir) semua orang sibuk dengan gadget-nya. Kondisi tersebut mungkin merupakan cerminan dari ketidakakraban orang Indonesia dengan buku. Tak heran jika data UNESCO tahun 2012 menunjukkan bahwa indeks tingkat membaca orang Indonesia hanyalah 0,001. Itu artinya, dari 1.000 penduduk, hanya ada 1 orang yang mau membaca buku dengan serius. Dengan rasio ini, berarti di antara 250 juta penduduk Indonesia, hanya 250.000 yang punya minat baca. Hal ini sangat berbanding terbalik dengan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 88,1 juta pada 2014. Waduh!

Dalam hal ini, jangan bandingkan Indonesia dengan negara-negara maju, seperti Amerika, Australia, maupun Inggris. Di antara negara-negara ASEAN saja, Indonesia menempati urutan ketiga terbawah bersama Kamboja dan Laos. Bagaimana tidak, penelitian UNESCO mengenai minat baca pada tahun 2014 lagi-lagi menyebutkan bahwa anak-anak Indonesia membaca hanya 27 halaman buku dalam satu tahun.
   
Fakta tersebut didukung juga oleh survei tiga tahunan Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai minat membaca dan menonton anak-anak Indonesia, yang terakhir kali dilakukan pada tahun 2012. Dikatakan, hanya 17,66% anak-anak Indonesia yang memiliki minat baca. Sementara, yang memiliki minat menonton mencapai 91,67%!
   
Ibnu Wahyudi, pengamat sastra dan pengajar penulisan kreatif dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, mengatakan, rendahnya minat baca masyarakat Indonesia ini dikarenakan minimnya akses terhadap buku. “Tidak semua sekolah memiliki perpustakaan yang layak. Demikian pula perpustakaan daerahnya,” papar pria yang akrab disapa Iben ini.
   
Iben juga mengkritisi bahwa penyebab sesungguhnya bukanlah ketidakmampuan ekonomi, namun sebagian besar masyarakat kita tidak menjadikan membeli buku sebagai prioritas belanja keluarga maupun pribadi. “Karena, rendahnya ‘daya’ beli buku ini juga terjadi di kota-kota besar, yang mayoritas masyarakatnya adalah kelas menengah,” ujar sastrawan yang buku puisinya, Masih Bersama Musim, masuk dalam 10 besar penghargaan Khatulistiwa Literary Award 2005 ini. (f)
   



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?