Sex & Relationship
Merawat Area Feminin

7 Apr 2015

Area intim yang tertutup dan sensitif, memerlukan perawatan khusus. dr Eddy Karta SpKK memaparkan seputar cara yang tepat untuk merawat area inti, Anda.

Bagaimana cara merawat /  membersihkan organ kewanitaan?
Organ kewanitaan memiliki pH rendah dilengkapi flora normal yang berguna untuk menjaga higienitasnya agar bakteri tidak dapat hidup di dalamnya. Maka, saat membersihkan area tersebut tidak disarankan untuk melakukannya sampai ke bagian dalam.

Perlukah memakai sabun kewanitaan dan bagaimana cara pemakaian yang benar?
Cara membersihkan organ kewanitaan yang benar adalah hanya membasuh bagian luar vagina dengan air dan sabun ringan (mild soap). Gunakan sabun kewanitaan jika dibutuhkan.

Arah yang benar saat membersihkan area intim adalah dari bagian depan ke belakang. Jangan melakukan dengan arah yang sebaliknya agar bakteri yang berasal dari saluran pembuangan (anus) tidak berpindah ke area intim. Keringkan dengan tissue atau handuk kering.

Bagaimana cara memilih sabun kewanitaan yang tepat sesuai kebutuhan?
Sabun kewanitaan memiliki banyak ragam. Ada yang sifatnya hanya membersihkan, ada yang bersifat asam untuk mengembalikan pH vagina (yang dalam keadaan normal adalah asam), dan ada yang bersifat antiseptik. Sabun kewanitaan yang bersifat asam dan antiseptik hanya boleh dipakai jika dicurigai ada gangguan pola keseimbangan kuman di dalam vagina dengan gejala keputihan atau berbau.

Jika sedang keputihan, artinya harus menggunakan sabun pembersih vagina. Benarkah?
Keputihan ada beberapa macam. Umumnya para wanita mengalami keputihan fisiologis yang terjadi saat menjelang haid. Jika ada perubahan kadar hormon karena stres, kelelahan, hamil, maupun menggunakan kontrasepsi tertentu, maka keputihan akan meningkat. Saat keputihan terjadi, jangan terburu-buru memutuskan untuk memakai sabun kewanitaan. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Bolehkah menggunakan pantyliner?

Pantyliner sesungguhnya bersifat sebagai pembalut mini dan boleh dipakai jika memang ada cairan yang keluar dari vagina. Karena bahan plastik yang menjadi pelapis pantyliner menghalangi udara bersifat menyerap panas, keringat dan rentan gesekan, maka pemakaian pantyliner berisiko menyebabkan iritasi.

Sebaiknya pantyliner dipakai hanya jika benar-benar diperlukan. Ganti pantyliner minimal 4 jam sekali tergantung dari banyaknya cairan yang keluar dari vagina. Lebih baik mengganti pakaian dalam Anda beberapa kali dibanding memakai panty liner dalam jangka waktu lama.  (f)


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?