Terik matahari Bali melembut saat memasuki Bale Udang Mang Engking. Mata yang terbiasa dengan pantai dan keramaian Kuta diajak bersantai dengan tenangnya suasana pedesaan khas Pasundan, lengkap dengan saung beratap daun. Sebuah pemandangan langka di Pulau Dewata.
Meja dan kursi kayu berjajar rapi di balai utama restoran. Begitu juga di bagian teras yang lebih terbuka. Semuanya menciptakan saung-saung di atas kolam ikan, begitu menarik untuk disinggahi.
Walau menyuguhkan sajian khas Sunda, beberapa masakan dengan sentuhan khas Bali terselip dalam jajaran menu. Urap Gondoh misalnya, dari gondoh, sejenis sayuran mirip kangkung yang tumbuh di Pulau Bali. Rasa pahitnya mengingatkan pada daun pepaya, hanya setingkat lebih kalem. Soal rasa, Udang Bakar Madu juaranya. Manis udang segar diperkuat dengan madu yang legit dan aroma smokey yang menggoda. Cocol dengan sambal mangga untuk menemani sepiring nasi panas. Ada lagi, Gurami Bumbu Cobek yang sarat aroma rempah. Bawang merah, cabai rawit, jahe dan kencur menjadi racikan bumbu cobek. Kucuran air limau turut andil dalam penciptaan rasa segar yang nagih. Disiram di atas ikan gurami goreng kering. Nikmat!
Femina juga mencoba sup udang dan jamur yang disajikan dalam tempurung kelapa muda. Kuahnya mirip sup tom yum khas Thailand. Tentu saja daging kelapa muda juga menjadi isi dari sup segar ini. Unik! (f)
Lokasi: Jl. Nakula No.88, Sunset Road, Kuta, Bali.
Telp: 0361-8947119.
Jam buka: 10.00–22.00 WITA.
Harga: Rp23.000-Rp110.000.
Suasana: Saung Pasundan yang asri.


