Medulloblastoma adalah tumor yang bersarang pada otak kecil, yaitu bagian otak yang mengontrol gerak fisik, keseimbangan, dan bicara. Penyebabnya tidak bisa ditentukan secara pasti. Yang jelas, kanker ini diakibatkan pertumbuhan sel yang tidak wajar pada otak. Medulloblastoma sering terjadi pada anak berusia kurang dari 14 tahun. Tumor ini lebih sering menyerang anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Gejala yang paling sering terlihat adalah anak kerap mengeluh pusing, muntah, hingga pingsan. Diagnosa yang paling pasti bisa didapatkan lewat CT scan.
Pengobatan dapat dilakukan dengan dua cara utama : operasi atau kemoterapi, atau perpaduan keduanya. Pada tumor yang diameternya relatif kecil (kurang dari 1 cm) dibandingkan dengan volume kepala, dapat dilakukan penanganan dengan kemoterapi. Namun, jika diameternya sudah lebih besar, harus dilakukan operasi bedah untuk pengangkatan, dengan maksimum 70% yang bisa terangkat. Sisanya, akan dikemoterapi.
Sayangnya, persentase keberhasilan pengobatan medulloblastoma memang kecil. Jika belum terangkat seluruhnya, sisa tumor dengan cepat akan menduplikasi diri dan tumbuh di bagian lain dari otak. Menerapkan pola makan kaya sayur dan buah serta meningkatkan disiplin gaya hidup sehat sejak dini pada anak dapat mengurangi risiko.
dr. Laberta Dece, dokter jaga Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang


