Lean In: Ada kecenderungan, wanita enggan menjawab kesempatan karena mereka lebih berhati-hati dalam mengubah peran dan mencari tantangan baru. Saran Sheryl, “Kita harus mengambil kesempatan selagi kesempatan itu datang.” Sheryl Sandberg menyoroti, misalnya, wanita enggan mengambil tempat duduk di depan dalam suatu forum atau rapat. Hal ini karena --dalam beberapa hal-- wanita masih menganggap remeh dirinya sendiri. Begitu pula, ada wanita yang menolak untuk dipromosikan karena ada banyak ketakutan dalam dirinya. Salah satunya, takut kehilangan waktu untuk keluarga jika ia dituntut untuk punya jam kerja lebih panjang.
Thrive: Dunia kerja amat kompetitif. Butuh kerja keras, juga tak jarang menuntut jam kerja yang panjang dan melelahkan. Namun demikian, untuk meraih sukses, Arianna Huffington menyarankan, kita juga harus memastikan alokasi waktu untuk diri dan hidup kita. Arianna memberi contoh Padmasree Warrior, Chief Technology Officer Cisco. Kendati memimpin 20.000 teknisi, Padmasree selalu punya waktu untuk bermeditasi tiap hari, mewajibkan dirinya sendiri untuk mematikan gadget di hari Sabtu, tidur 8 jam sehari, dan menulis puisi. “Kita perlu sosok role model baru seperti ini untuk para wanita muda, supaya mereka bisa tetap kreatif, efektif, dan berkembang tanpa harus mengorbankan hidupnya.”
Tiap hari kita selalu dihadapkan pada setumpuk pekerjaan yang tak ada habisnya, yang semuanya menuntut untuk cepat-cepat diselesaikan. Ketika satu pekerjaan selesai, pekerjaan berikutnya sudah menanti, begitu seterusnya, seperti tak ada habisnya. “Implikasi dari ‘kesuksesan’ adalah membuat kita tidak pernah bisa relaks. Kita selalu merasa diburu-buru, dan lantas membuat kita lupa bagaimana rasanya menikmati momen,” ujar Arianna, yang mengajak kita untuk mencoba sudut pandang ‘slow movement’ sebagai antitesis dari hurry sickness, sindrom selalu terburu-buru, yang banyak dihadapi oleh masyarakat modern.
Menurut Arianna, kita tidak harus mengambil tiap kesempatan yang datang hanya karena ingin mengejar posisi, tapi pilihlah dan lakukan apa yang terpenting untuk diri kita. “Ikuti passion, dengarkan kata hati, apa yang benar-benar penting untuk hidup Anda. Kesehatan jiwa dan raga serta kebahagiaan kita adalah di atas segala-galanya. Selalu perbarui diri dan terus lakukan hal-hal yang membuat diri kita menjadi orang yang lebih baik. Yang perlu disadari, pekerjaan tidak mendefinisikan siapa diri kita,” tulis Arianna.
Ficky Yusrini)


