Mungkin ini terdengar kekanakan, tapi saya kerap mencari kekasih yang punya kemiripan dengan aktor idola saya, entah penampilan, suara, atau senyumannya. Beruntung saya kini memiliki kekasih yang selain mendekati tipe ideal saya –penampian maupun kepribadiannya-- juga cocok dengan saya. Terkadang saya suka mendandani kekasih seperti idola saya. Dia, sih, ok saja, walau semula bilang tak mau disamakan. Yang komentar kurang positif justru sahabat dan saudara saya. Saya merasa sikap saya masih wajar, bagaimana pendapat Anda berdua?
Marina - Bekasi
Menurut psikolog Irma Makarim, banyak orang mengagumi aktor idolanya karena keterampilan bermain atau penampilan fisik yang dimilikinya. Padahal, apa yang Anda lihat bukanlah diri aktor yang sebenarnya, karena penampilan dan sikap seorang aktor selalu akan berubah- ubah sesuai perannya. Patut Anda pikirkan kembali apakah Anda ingin hidup dan membina hubungan kasih yang nyata atau tetap hidup dalam mimpi dengan idola Anda.
Biasanya, orang jatuh cinta bukan hanya berdasarkan satu kualitas saja tetapi berbagai kualitas yang dimiliki pasangannya. Mungkin awalnya Anda tertarik karena penampilan fisik kekasih yang mirip dengan idola Anda, tetapi kalau Anda cukup serius untuk membina sebuah hubungan kasih, tentu Anda perlu mengenal pribadinya.
Namun, bagaimana bisa mengenal pribadi kekasih yang sebenarnya bila Anda terus berusaha mengubah dirinya? Penting Anda ingat, sebuah hubungan kasih bukan hanya memenuhi kebutuhan salah satu, tetapi sepatutnya bisa menjawab kebutuhan kedua belah pihak dengan sebaik-baiknya. Kalau Anda ingin membina hubungan kasih yang realistis, Anda perlu melihat pasangan sebagaimana adanya.
Di sisi lain, Anda perlu menyadari bahwa tiap orang berbeda dan memiliki potensi masing-masing. Potensi yang baik itu sepatutnya dibiarkan berkembang dan bukan dibatasi, apalagi dipaksa meniru orang lain. Memaksakan kehendak Anda sama saja dengan membohongi diri sendiri dan menghambat perkembangan pasangan maupun hubungan itu sendiri. Biasanya orang yang memiliki rasa percaya diri yang baik akan lebih mudah mengembangkan dirinya sendiri dan tidak perlu meniru penampilan dan sikap orang lain. Pilihan berada di tangan Anda.
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, silakan Anda mencari pasangan sesuai idola Anda, tetapi waspadai agar tidak menjadikan diri seseorang yang bukan dirinya. Anda juga tidak tahu sesungguhnya karakter tentang idola Anda, karena Anda hanya mengetahui karakter di permukaan melalui penampilan panggung mereka.
Jika Anda jadikan kekasih Anda menjadi diri orang lain seperti yang Anda harapkan, Anda secara bertahap membentuk pribadinya sesuai keinginan Anda dan bukan selaras dengan hakiki yang ada pada dirinya. Secara bertahap dia akan menjadi yang bukan dirinya, dan kelak ia akan tampil secara teatral juga. Anda tentu tak mengharapkan kekasih Anda juga mendampingi Anda dengan penuh kepura-puraan (superficiality), ‘kan.
Seorang individu akan merasa dirinya tidak puas dalam hidup ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri. Oleh karena itu, silakan Anda mencari yang mirip dengan idola, tetapi bersiaplah untuk menerima diri orang lain seperti kondisi alami yang ia miliki.(f)



