Celebrity
Marissa Terpikat Teater

31 Jul 2013


Wajah cantik dan tawa khasnya menyapa pemirsa televisi setiap pagi, melalui program 8-11Show di Metro TV. Selama ini, namanya dikenal publik sebagai anchor yang cerdas. Di balik rutinitas pekerjaan yang menuntutnya serba cepat, Marissa memiliki ‘pelarian’ ke dunia teater dan film, yang memberikan nafas bagi hidupnya.

Tak banyak orang tahu, pembaca berita ini sebenarnya telah lama ‘jatuh hati’ pada dunia teater. Baru-baru ini, Marissa tampil di Legendra (legenda tari) Padusi, garapan sutradara Rama Soeprapto dan Nia Dinata sebagai penulis naskah. Dalam pergelaran budaya Minang itu, Marissa berperan sebagai Padusi modern, seorang wanita yang menolak dipoligami oleh suaminya. Ia memilih bercerai dan kembali ke kampung halamannya di tanah Minang, untuk menemukan kebahagiaan hidup. Di sana, ia menemukan 3 legenda wanita Minang yang pengalaman hidupnya sama dengan kisah hidupnya, Puti Bungus, Siti Jamilan, dan Sabai nan Aluih. 

Marissa mulai aktif di dunia teater sejak 8 tahun lalu, ketika ia masih kuliah di Sastra Inggris Universitas Atmajaya. “Drama salah satu mata kuliah wajib. Pertama kali saya berperan Helena dalam cerita, Midsummer Night’s Dream karya William Shakespeare,” ungkap wanita kelahiran 29 Maret 1983.

Sejak itu, dia tekun bergelut di Jakarta Players, komunitas teater yang sebagian besar anggotanya ekspatriat. Bergabungnya ia ke Jakarta Players karena kebetulan teater ini sudah sering bekerja sama dengan teater Atmajaya, tempatnya berteater. Kini, ia sudah terlibat dalam puluhan karya, baik sebagai aktor, produser, ataupun kru teknis. Terakhir, dia bermain dalam Russian play, The Government Inspector dan Veronica’s Room yang disutradarai oleh suaminya, Andrew Trigg.

Berperan sebagai Padusi, ini kali pertama ia tampil dalam bahasa Indonesia. Marissa menyadari butuh penyesuaian ketika beralih akting dari teater berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. “Teater berbahasa Indonesia lebih pelan dan halus body language-nya, sedangkan teater bahasa Inggris justru serba cepat,” ujar Marissa Keterlibatan Marissa dalam proyek ini terjadi secara kebetulan. Beberapa waktu lalu, ia memposting foto mengenakan pakaian adat Minang di akun media sosialnya. Nia Dinata yang tak sengaja melihat dan mengetahui bahwa Marissa berdarah Minang dari ibunya, pun mengajak Marissa untuk ikut serta dalam Legendra Padusi. 

“Pertama kali membaca cerita Siti Jamilan, wanita yang dikhianati suami, membunuh anak-anaknya, lalu bunuh diri, membuat saya menangis di depan komputer. Begitu menyentuh.,” ujar Marissa yang berlatih vokal selama 3 minggu untuk mempersiapkan peran Padusi.

Karena itu, Marissa, merasa amat terhormat terlibat dalam legenda tari yang mengangkat kesetiaan dan harga diri wanita. Ia berharap penontonnya dapat mencerna pesan dan membawa pulang sesuatu untuk direnungkan. “Cerita Padusi ini akan membuat wanita semakin tegar, sekaligus sebagai refleksi kaum pria agar tidak lagi menyakiti wanita,” ungkapnya, serius. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?