Trending Topic
Maraton: Ajang Promosi Pariwisata

27 Oct 2015


Tepat pukul 05.00 WIB pada 25 Oktober 2015, 15.000 peserta Mandiri Jakarta Marathon 2015 dilepas oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahaya, co-founder dan chairman Jakarta Marathon, Sapta Nirwandar, dan Dirut Bank Mandiri, Gunadi Sadikin, di Silang Barat Daya Monas, akhir Oktober lalu.

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, bendara start pun diangkat sebagai tanda lomba dimulai. Diawali lari kategori Full Marathon (42 km) yang diikuti oleh 2.000 peserta. Lalu menyusul kategori Half Marathon (21 km) dengan 4.000 peserta. Kemudian kategori 10K dan 5K, masing-masing diikuti 6.000 dan 3.000 peserta, serta kategori Maratoonz (Children’s Sprint), diikuti oleh 300 pelari anak-anak. Dari jumlah itu, 1.300 peserta merupakan pelari mancanegara.

Lomba tingkat dunia yang memperebutkan hadiah total senilai Rp2,6 miliar itu diikuti pelari elite nasional, seperti Triyaningsih, Nyai Agita, Agus Prayogo, Atjong Tio Purwanto, dan Ishari. Tak ketinggalan, pelari-pelari elite dunia yang turut menjadi peserta, yaitu Weldon Kirui dan Duncan Cheruiyot Koech (Kenya), serta Andrea Sambu Sipe (Tanzania).
Arief Yahya mengungkapkan bahwa Jakarta Marathon menjadi stimulan efektif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. “Hadirnya ribuan orang di Jakarta mendorong perputaran roda ekonomi, terutama di bidang perhotelan, transportasi, pusat perbelanjaan, wisata kuliner, dan taman rekreasi,” katanya, di sela acara.

    Sapta pun mengatakan, animo masyarakat mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, yaitu 10.000 peserta (2013), 14.120 peserta (2014), dan 15.000 peserta (2015). Tentunya hal ini memacu meningkatnya perekonomian daerah terutama di bidang wisata olahraga.

Untuk ketiga kali penyelenggaraannya, rute yang dilalui tetap sama dan didesain secara khusus agar peserta dapat menikmati landmark Kota Jakarta, seperti Kawasan Kota Tua, Fatahillah Square, Gereja Katedral, Masjid Istiqlal, dan Bunderan Hotel Indonesia. Sorak-sorai dan sambutan hangat masyarakat yang berkumpul di beberapa titik, serta pertunjukan kesenian dan budaya Indonesia yang sengaja digelar di beberapa titik lintasan lari membuat pelari  makin bersemangat.

Tak hanya itu, beberapa komunitas lari mendirikan tenda atas inisiatif sendiri, terutama di jalur full marathon dan half marathon. Mereka menyediakan es mambo, minuman, dan makanan ringan. Semua diberikan gratis kepada pelari yang membutuhkan asupan energi.

    Di area garis start/finish terdapat Panggung Festival Budaya yang menampilkan grup musik tanah air, seperti The Changcuters dan Alexa, serta tarian tradisional seperti tari Saman, tari Pendet, dan Seni Kebudayan Betawi. Semua itu menjadi pelepas lelah dan momentum para pelari untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan  tiap kilometer yang mereka lalui.

DESIYUSMAN MENDROFA/FOTO: DOK. MANDIRI JAKARTA MARATHON.
 

      
 



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?