Sanie B. Kuncoro/Bentang Pustaka
Novel yang diilhami oleh kisah nyata ini mengisahkan seorang gadis bernama Ma Yan, yang tinggal di sebuah desa terpencil Zhangjiashu, ribuan kilometer dari Beijing. Otaknya tak pernah berhenti berputar, rasa ingin tahunya terhadap ilmu pengetahuan yang menggerakkan dunia begitu besar, hingga ia rela menahan lapar demi membeli sebuah pena, alat perekamnya. Ia ingin membuktikan bahwa wanita punya bekal intelektualitas yang tak kalah berdampak daripada pria. Sebab, baginya, berhenti sekolah berarti kehilangan peluang untuk keluar dari penderitaan. (f)


