Food Review
Lezat Dari Dapur Tapanuli Selatan

24 Jul 2014

Bila di tahun 80-an bus sibual-buali tenar sebagai pengatar anak rantau dari Sumatera Utara ke Jakarta. Kini, Rumah Makan Sibual-buali berjasa memperkenalkan kekayaan rasa dari tanah Tapanuli Selatan.

Budaya Melayu banyak meninggalkan jejak dalam kulinernya. Dengan penduduk mayoritas beragama muslim, sehingga lapo (warung dalam bahasa Batak) asal Tapanuli Selatan seringkali hadir dalam versi aman dari makanan nonhalal. Beberapa masakan banyak menggunakan santan, seperti Ayam Kampung Gule. Rasa pedas menyengat lidah mulai terasa saat pertama kali mencecap kuah santan kental yang berwarna kuning.

Beda lagi bumbu pada Limbat Gule. Walau sama-sama berbasis gulai, namun kuahnya lebih encer. Rasa pedas justru muncul belakangan, dibarengi samar aroma smoky yang tertinggal di mulut. “Ini obat kangen perantau Sumatera Utara karena di Jakarta belum banyak penjual limbat (sejenis ikan lele yang diasapi). Didatangkan langsung dari Padang Sidempuan dan Sibolga,” tutur pelayan.

Dalam Sambal Tuk-Tuk (sambal mentah ditumbuk dadakan), femina menemukan suwiran ikan gadapan. Ini ikan tawar yang banyak ditemukan di Sumatera Utara. Kian nikmat kala bertemu satu piring nasi pulen hangat dan Daun Ubi Tumbuk.


Alamat: Jl. KH. Abdullah Syafei No. 1, Tebet, Jakarta Selatan. Telp: (021) 83783693. Jam buka: 10.00-22.00 WIB. Harga*): Rp5.000-Rp30.000. Suasana: Ruang mungil dengan dinding berhias kain ulos dan potret bis sibual-buali.

*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap


Aria Novitasari
Foto: Valentina Limbong




 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?