Jika sedang berada di Yogyakarta dan ingin merasakan makan gaya lokal, datanglah ke rumah makan Ayam Goreng Mbok Sabar. Rumah makan ini pelopor ayam goreng dengan cita rasa manis atau bumbu bacem yang berdiri sejak tahun 1967. Bumbu bacem-nya diolah dari gula merah sebagai unsur utama, ditambahkan aneka rempah. Bumbu yang menyerap ini lantas digoreng, menghasilkan perpaduan warna ayam goreng yang kecokelatan serta bertekstur agak lengket.
Pengunjung bisa memesan per potong bagian ayam, seperti gendhing (paha atas), paha bawah, menthok (dada), kepala, ati ampela, atau ingkung (satu ekor utuh, serta setengah ekor ayam).
Rasa gurihnya menyebar hingga ke seluruh lapisan kulit, beradu dengan bumbu bacem manis yang lumer di mulut. Dagingnya pun kenyal, namun tetap lembut saat digigit. Bertambah kaya saat dicocol dengan sambal terasi matang yang pedas-manis!
Untuk mendapatkan cita rasa tersebut, resep turun-temurunnya termasuk pada proses perebusan ayam bersama rempah selama kurang lebih 3 jam. Sedari dulu pula hanya ayam kampung yang berumur 3 bulan atau yang sudah memiliki bobot sekitar 1 kg yang akan dipotong.
Sebenarnya, tidak ada yang sederhana pada seporsi ayam goreng yang dibuat dari ayam kampung yang kian susah didapat ini. Masaknya pun ‘dibumbui’ kesabaran, seakan kesibukan dunia dilarang masuk di sini. Bukankah lauk seperti ini yang dicari sehari-hari? Terkadang kita lupa dan menilai sesuatu terlalu sederhana. (f)
Alamat: Jl. Jagalan No. 23, Yogyakarta.
Telp: Telp (0274) 588467/6652650.
Jam buka: 13.00–01.00 WIB. Harga*): Rp3.000–Rp75.000.
Suasana: warung sederhana yang ngangeni.
*) Harga dapat berubah sewaktu-waktu, cek sebelum bersantap.


