Penelitian dua ekonom Inggris, David Blachflower dan Andrew Oswald, membuktikan, banyak uang belum tentu membuat kehidupan seks Anda lebih baik. Kualitas seks memengaruhi tingkat kebahagiaan seseorang.
Dalam makalahnya yang berjudul Money, Sex, and Happiness: An Empirical Study, kedua ekonom itu menyurvei 16.000 responden. Mereka mengatakan, meningkatnya jumlah kuantitas intercourse dari sekali dalam sebulan menjadi sekali dalam seminggu itu setara dengan kesenangan yang didapat oleh seseorang ketika ia mendapatkan kenaikan gaji sebesar 50.000 dolar AS.
"Kita menemukan bukti bahwa uang memang memberikan kesenangan, namun tidak seperti yang dibayangkan oleh para ekonom. Ada hal-hal di luar uang yang juga berperan penting," ungkap David. Secara umum, mereka menyimpulkan, orang yang paling bahagia adalah orang yang kuantitas dan kualitas seksnya lebih baik.
Tambahan lagi, orang yang menganggap dirinya bahagia cenderung punya aktivitas seksual yang kaya. Berbeda dengan orang yang depresi, frekuensi dan kualitas hubungan seks mereka lebih rendah. Mereka yang kehidupan pernikahannya lebih sehat, kebahagiaannya setara dengan mendapatkan tambahan pendapatan sebesar 100.000 dolar AS dalam setahun. Sedangkan mereka yang bercerai, ibarat berkurang pendapatannya hingga 66.000 dolar AS.
FICKY YUSRINI


