Sex & Relationship
Latar Belakang Calon Suami

21 Jul 2014


Saya dan kekasih sudah sangat siap dan serius melanjutkan ke jenjang pernikahan. Meski bahagia, ayah saya belum sepenuhnya merestui karena ayah kekasih berpoligami. Kekasih adalah anak dari istri ketiga ayahnya. Inilah yang memberatkan. Ayah saya tidak mau saya mengalami nasib serupa. Saya adalah anak perempuan satu-satunya dari 4 bersaudara. Saya menghargai cinta ayah saya, tapi saya yakin suami tidak akan menjadi seperti ayahnya. Apa yang harus saya dan kekasih lakukan untuk meyakinkan ayah saya?

Fitriana – Bandung

Menurut psikolog Irma Makarim, semua orang tua akan merasa bahagia melihat anaknya mendapat pasangan serasi dan siap menikah. Tetapi, kebahagiaan ayah Anda rupanya juga dibayangi kerisauan, melihat latar belakang calon besan menganut poligami. Tanpa berniat menghakimi keluarga kekasih Anda, beliau memang tak bisa membohongi bahwa hatinya cemas jika di kemudian hari menantu berbuat hal sama kepada anak perempuan tercinta satu-satunya. Ketakutan inilah yang membuat ayah Anda  merasa berat memberi restu.
Kecemasan biasanya datang ketika tubuh kita berada di saat sekarang, tetapi pikiran kita berada di masa depan. Mungkin Anda perlu menyadarkan apa yang ada di benak ayah Anda tentang masa depan bukan sesuatu yang nyata. Ayahlah  yang menciptakan pikiran ini dalam benaknya. Kemungkinannya memang ada, tetapi belum tentu hal ini  akan terjadi. Rasa cemas juga bisa  timbul ketika seseorang harus menghadapi sesuatu yang tidak atau belum diketahui atau dikenalnya. 
Kecemasan ini mungkin bisa dikurangi bila beliau dan kekasih diberi kesempatan untuk bisa  membina hubungan yang lebih dekat, sehingga ayah Anda bisa memberi nasihat kepada calon menantunya. Mungkin ini bisa mencairkan kecemasan ayah Anda sehingga dengan hati lega memberikan  restunya.
 
Sedangkan menurut psikolog Monty Satiadarma, waktu tidak bisa diputar ulang; sejarah tidak bisa dihapus, semua harus diterima sebagai kenyataan yang ada. Tidak ada bukti akurat perilaku orang tua diturunkan sepenuhnya kepada anak. Ayah berpoligami tidak memastikan anak akan melakukan tindakan sama. Orang tua miskin tak harus menjadikan anak menjadi miskin. Banyak orang berhasil lahir dan dibesarkan di kalangan keluarga dengan penuh keterbatasan. Sebaliknya, ada juga keluarga berkecukupan, namun anak-anaknya mengalami kegagalan dalam hidup. Dalam kajian ilmiah juga tidak ditemukan bahwa poligami diturunkan.
Kesiapan Anda berdua memiliki komitmen hidup bersama adalah kunci segalanya. Andalah yang telah mengenal satu sama lain dengan lebih baik, Andalah yang harus mempertimbangkan kesepakatan bersama Anda sendiri. Hanya dengan ketulusan hati bersama, maka Anda berdua akan dapat mengatasi berbagai rintangan. Tekad untuk senantiasa bersama merupakan landasan kelanggengan kehidupan Anda berdua.(f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?