Trending Topic
Kursus Online Menjamur

18 Aug 2015

Jika sarana belajar secara formal begitu mudah didapatkan melalui internet, begitu pula   sarana pembelajaran informal yang banyak ditawarkan oleh kursus online. Di luar negeri, website Coursera yang menyediakan sumber pembelajaran langsung dari banyak universitas ternama luar negeri sangat populer, seperti Stanford University, The University of British Columbia, dan Peking University.
   
Pilihan materi kursusnya sangat spesifik dan dari beragam disiplin ilmu: seni, statistik, humaniora, hingga matematika. Sistem belajarnya seperti kuliah online pada umumnya. Ada masa kursus, tugas dengan deadline mingguan, ujian dan mendapat sertifikat. Caranya juga sangat mudah, orang yang tertarik tinggal klik join dan memasukkan e-mailnya. Selanjutnya materi dan tugas-tugas akan dikirim via e-mail.

Di Indonesia, salah satu yang menerapkan kursus online adalah Universitas Ciputra, yang memberikan kursus gratis untuk menjadi entrepreneur. Dengan websitenya, ciputrauceo.com, kursus ini terbuka untuk umum, sehingga siapa pun bisa mendaftar.
Ada berbagai macam kursus yang ditawarkan yang bisa diikuti oleh peserta, mulai dari Strategi Pemasaran, The Climbers (10 langkah menuju karier puncak), hingga cara Menembus Pasar Ekspor. Masing-masing kelas memiliki waktu khusus, misalnya 16 minggu. Peserta kursus per  minggu diberi tugas yang dikirim via e-mail.

Hal yang tak kalah penting untuk memajukan kualitas pendidikan online di Indonesia ialah menjamurnya start up bidang pendidikan yang diprakarsai dari masyarakat secara swadaya.  Contohnya, website Paman Apiq. Pendirinya, Agus Nggermanto, sejak tahun 2008. Ia menggunakan video sebagai media ajar yang dikhususkan pada pelajaran matematika. Didukung dengan mulai menjamurnya media sosial seperti YouTube dan Facebook, metode APIQ juga hadir secara online. Video-videonya, yang kini totalnya mencapai sekitar 1.500 video, bisa diakses di YouTube.com/pamanapiq dan YouTube.com/agusyes.

Start-up lain, ada inibudi.org inisiatif dari Najeela Shihab dan Irma Hidayana yang menyediakan konten video pendidikan. Website ini bisa diakses dengan mudah oleh seluruh pelajar, juga orang tua di Indonesia. “Video-video kami berisi materi pelajaran dalam kurikulum Indonesia, konten tambahan seperti profil profesi dan pemimpin inspiratif. Kami berfokus ke pelajar, dari SD hingga SMA karena kami menyadari ada masalah besar dalam pendidikan di Indonesia: akses dan kualitas pendidikan yang belum merata adalah dua di antaranya,” ujar Wilita Putrinda, Managing Director inibudi.org.  

Tak hanya melulu berisi pelajaran, baru-baru ini, inibudi.org membuat tiga video kampanye tentang awareness kekerasan seksual, definisi dan langkah apa yang bisa dilakukan guru maupun orang tua jika anak mengalami kekerasan seksual.
“Kami ikut serta dalam gerakan untuk membuat masyarakat lebih berani bicara terkait kasus-kasus kekerasan terhadap anak, dan inilah bentuk kontribusi kami agar dapat menyebarkan pesan tersebut,” ungkap Wilita. (f)



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?