Trending Topic
Kita Bisa Menyelamatkan Satwa

21 Oct 2015

Peduli adalah titik awal dari perbaikan nasib satwa yang masih sangat banyak menderita di sekitar kita. Kepedulian kita, tidak cukup melalui kata-kata atau perasaan kasihan semata. Kita bisa melakukan lebih dari itu! Walau kecil,  lakukanlah tindakan nyata, seperti:
  1. Menampung dan merawat hewan-hewan telantar.
  2. Donasi dan kegiatan sosial melalui komunitas penyayang hewan yang banyak melakukan program sterilisasi massal.
  3. Jangan beli satwa liar dan produknya. Sebagian besar satwa liar Indonesia yang dijual adalah hasil penangkapan dari alam. Makin banyak satwa liar yang dijual,  makin banyak pula satwa liar yang ditangkap dari alam, yang pada akhirnya bisa mengarah pada kepunahan. Jangan pernah membeli kerajinan yang mengandung bagian tubuh satwa liar, gading misalnya, karena ini juga memicu terjadinya perburuan satwa liar di alam.
  4. Laporkan kepada polisi atau petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) terdekat, jika melihat praktik ilegal perdagangan satwa liar. Anda juga bisa menulis surat pembaca di koran. Makin banyak masyarakat bersuara, maka lebih besar kemungkinannya isu tersebut ditanggapi oleh pihak terkait.
  5. Sebarkan informasi tentang pelestarian hutan dan satwa liar seluas-luasnya, mulai dari keluarga, teman, atau melalui media sosial. Makin banyak orang menyadari pentingnya pelestarian satwa liar dan habitatnya, akan  makin baik.
Angin segar baru-baru ini berembus dari Balai Kota Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama,   sempat memberi pernyataan akan membuat tempat penampungan kucing dan anjing. Menanggapi hal ini, JAAN menawarkan solusi yang lebih baik, yaitu pemasangan chip atau tagging pada semua anjing, membuat program vaksinasi dan sterilisasi berkesinambungan, pajak kepemilikan hewan agar pemilik merasa bertanggung jawab atas hewan itu, dan penertiban breeder. Usul ini sudah menjadi wacana pertimbangan bagi Pemda DKI. Kita tunggu saja bukti nyatanya. (f)    



 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?