Untuk bumbu dapur Pontianak, orang Jakarta biasa mencarinya di Kios 888, di Teluk Gong, Jakarta Utara. Toko yang berdiri sejak 1996 ini kemudian disusul cabang di Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan. Menurut sang pemilik, Toni, walau masakan Pontianak bisa diganti dengan bumbu dari daerah lain, orang Pontianak --penyuka cita rasa asin dan pedas-- tetap merasa bahan dari daerah asal tak tergantikan.
Toko kedua ini dibuka tahun 2010, kala Toni baru saja menikahi istrinya, Vivi, yang juga perantau dari Pontianak. Dan tahun berikutnya mereka membuka toko ketiga di Pasar 8 Alam Sutera, Tangerang Selatan. “Dahulu orang harus pergi ke daerah Pasar Pagi di Kota untuk belanja bumbu khas Pontianak,” tutur Vivi.
Mengingat banyaknya keturunan Tionghoa-Pontianak yang bermukim di Tangerang, kios 888 menjadi tujuan utama berbelanja. Banyak juga yang sekadar iseng bertanya bahan makanan di tokonya. Totalitas Vivi sebagai pemilik nampak saat menjelaskan tip kepada pembeli bagaimana mengolah, hingga menyimpan bahan makanan dengan baik.
Pada sisi dinding kios terdapat rak yang dipenuhi deretan botol taoco Mimie, sambal botolan, cuka dan kecap asin kental Cap Kambing khas Singkawang.
Ada pula hakoi, udang tumbuk yang digarami (difermentasi) untuk sambal lemon cui atau sebagai bumbu tumisan. Bahan seperti kembang tahu kering, sotong kering, hingga terasi menggantung di langit-langit kios. Terasi Kalimantan berbentuk bulat, dibungkus pandan yang dikeringkan.
Bagi penggemar jajanan khas Pontianak, Toni dan Vivi juga menyediakan antara lain hekeng (lumpia pipih isi udang cincang atau daging babi), choi pan, dim sum khas Singkawang, dan telur asin bebek.
Kios 888
Pasar Modern BSD K 252
Tangerang Selatan
082110808022


