Serupa dengan kebiasaan minum kopi di daerah lain di Sumatra, masyarakat di Kota Padang menghabiskan waktu paginya di warung kopi. Tujuannya beragam, dari ngopi santai, sarapan, sampai ngobrol berjam-jam. Tak jarang perjanjian bisnis terjadi di sini. Salah satu tempat yang beken adalah kedai kopi Nan Yo Baru. Walau masih pagi, keramaiannya luar biasa, sampai-sampai femina sulit mencari kursi kosong. Namun, ini tak berlangsung lama karena Koh Liong, pemilik kedai ini, menggiring femina untuk duduk di dekat dapur, posisi strategis untuk mengambil gambar peracik kopi dari dekat. Koh Liong memulai usaha ini di lokasi yang baru, sementara kakaknya meneruskan Nan Yo Lama di Jalan Niaga, yang dirintis orang tua mereka sejak tahun 1960.
Sedikit berbeda dengan cara menyeduh kopi di Melayu kebanyakan, di tempat ini kopi bubuk yang baru digiling diletakkan di saringan kawat, lalu disiram air mendidih dan bubuk kopi ditekan-tekan. Hasilnya, kopi hitam yang ditampung di dalam cangkir. Aromanya mantap tanpa jejak asam yang kuat, mencirikan kopi Sidikalang yang fresh (baru disangrai dan digiling).
Kalau tak terbiasa dengan rasa kopi yang pekat, pilih segelas Kopi Es Nan Yo yang lebih ringan. Kedua minuman kopi tersebut makin nikmat saat ditemani berbagai camilan khas Padang, seperti galamai (dodol) atau pinyaram (kue cucur). Selain kue, Anda juga bisa menikmati sarapan yang lebih berat, seperti Mi Ayam Pangsit, Ketupek Sayur Padang, atau Bubur Ayam. Satai Padang juga tersedia.
Muka-muka lama yang saling bertukar cerita menjadi bukti bahwa kopi mengakar dalam tradisi. Sambil makan galamai, femina menyeruput kopi sedikit demi sedikit. Ah, pagi ini indah berkat rasa kopi rakyat yang tak rumit itu.
Berlianti Savitri
Alamat: Jl. Pondok No.88 E, Padang, Sumatra Barat.
Telp: (0751) 812268.
Jam buka: 06.00– 24.00 WIB.
Harga*): Rp3-000 - Rp25.000. Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Cek sebelum bersantap.
Suasana: Ruko sederhana dengan sentuhan oriental di beberapa sudut ruang.


