Para juru masak tengah meracik udon segar di dalam ruang mungil saat femina bertandang di Tamoya Sanuki Udon. Tiga jenis tepung dikomposisikan untuk ini, bercampur air, membentuk tekstur udon tebal dan kenyal. Tiada bahan khusus, karena ini merupakan bahan umum udon, sebagaimana disebutkan pendiri, Tamotsu Kurokawa. Satu hal penting dalam resep adalah teknik yang tahunan ditekuninya. Bermula di tahun 1990, Tamotsu telah menaruh passion-nya pada pembuatan udon di sebuah kedai di wilayah Sanuki (sekarang Kagawa). Udon berperan beda dengan makanan cepat saji sushi. Udon berkuah panas adalah penyelamat di tengah dingin Sanuki.
Tamotsu bertemu keberuntungan ketika menjuarai Sanuki Udon Champion, kompetisi udon yang disiarkan televisi lokal. Kedainya ikut terangkat dan Tamoya berekspansi dalam bentuk waralaba di kota-kota lain di Jepang. Tamotsu juga telah membawa ilmunya ke sejumlah cabang Tamoya di Singapura, beberapa tahun lalu.
Tak sekadar kecakapan membuat udon, semangkuk Sanuki Beef Udon juga menunjukkan daging sapi yang dimasak hingga tingkat kematangan ideal, meninggalkan gurih daging yang masih sanggup tercecap di antara kuah shoyu. Sementara Spicy Chicken Udon memiliki elemen pedas chili oil yang mudah diakrabi Indonesia. Ini semua bisa diiringi dengan 12 jenis tempura dan condiment. (f)
Alamat: Emporium Pluit Mall GF Unit 37-38, Jl. Pluit Selatan Raya 1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Telp: 0818796546.
Jam buka: 10.00-22.00 WIB.
Harga: Rp8.000-Rp60.000.
Suasana: Kasual dengan sistem self service.


